~ Menangislah Dibahuku ~ - Mencintai Dengan Sederhana

Post Top Ad

Responsive Ads Here

5 Mei 2013

~ Menangislah Dibahuku ~

Tingkahmu amat lemah. Muka pucat, mata membengkak dan senyuman tawar cukup memberi signal bahwa dirimu dilanda musibah. Fikiran yang kacau. Jiwa yang resah. Nampaknya sudah lama kau memendam rasa. Kau diam seribu bahasa. Hanya matamu yang cuba bicara. Bahwa saat ini hatimu terluka. Kau tahu aku di sini untukmu. Hanya untukmu. Aku sudi mendengar segala luahan hatimu.

Hingga kau tak kuasa menahan berderailah air mata. Dalam pelukan kemasku kau curahkan semua.

Menangislah. Kadang manusia terlalu sombong untuk menangis. Lalu untuk apa air mata telah dicipta? Jika bukan untuk menangis? Bukan bahagia saja yang ada di dunia.


Menangislah. Di bahuku kau berikan kepercayaan. Bawalah aku dalam haru biru karna aku adalah sahabatmu.



Menangislah di bahuku. Aku di sini untukmu.
Menangislah di bahuku. Kerna aku sahabatmu.

Aku amat sayangkanmu. Tak ingin ku lihat kau begini lagi. Cukuplah derita yang kau rasa keseorangan selama ini. Izinkan aku menumpang duka lara jiwamu. Walau sekelumit cuma. Walau aku tahu aku tak mampu membantu.

“Orang yang berjalan untuk menunaikan hajat sahabatnya lebih baik daripada orang yang beriktikaf selama 2 bulan” (HR Hakim)


Tidak mudah diukir senyuman tatkala hati menangis dan terhiris. Tetapi kau akan terasa indah tatkala kau menyadari semua itu pemberian daripada kasih Ilahi. Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan yang menyakiti untuk disakiti.

2 komentar:

  1. mungkin tidak ada dan tak kan ada yg mengatakan itu padaku, namun aku ingin menjadi yg terbaik untuk mereka, sahabat dan keluargaku dan mampu menjadi bahu untuk mereka.

    BalasHapus

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here