Dari Bilik Sederhana - Mencintai Dengan Sederhana

Post Top Ad

Responsive Ads Here

17 Mar 2012

Dari Bilik Sederhana






Seperti biasa, ketika akad di deklarasikan..

Dan di malam hari setelah dirimu dan istrimu..

Menunaikan hak..

Hak sebagai pakaian bagi istrimu..

Dan hak dirimu merasakan kenikmatan surgawi

Dari istrimu




Maka jangan terlena..

Maka jangan terlupa..

Dalam hanyut..

Atau romantisme sesaat..

Sebagai Pengantin Baru..




Justru disanalah..

Peta mulai di bentangkan..

Tujuan mulai direncanakan..

Dan cita-cita di gelorakan..




Mau dibawa kemana kapal ini..

Mau di suasanakan seperti apa rumah tangga ini..

Di saat itulah komunikasi di bangun..

Dan komitmen di sepakati..




Agar Rumah Tangga tak berlayar tanpa arah..

Agar suasana rumah suhunya bisa di kondisikan..

Agar Cinta selalu berkembang..

Mekar.

Mewangi..

Dan tak layu




Disinilah Peranan Suami Memaikan akalnya..

Untuk membingkai rumah Tangga..




Disinilah Peranan Istri memainkan Perasaannya.

Untuk memperindah suasana rumah tangga..




Jadi terlalu sempit..

Jika Menikah hanya focus pada kenikmatan seksual

Setelah puasa lama…




Jadi terlalu sempit

Jika Menikah sebagai kemenangan, berhasil menikahi

Orang yang kau cinta




Jika itu yang terjadi

Maka rumah tanggamu tak akan mampu

Menahan badai atau topan yang menerjang




Jika itu yang terjadi

Cinta akan luntur, seiring usia pernikahanmu…




Sahabatku

Ketika peluh keringat mengucur

Di hangatnya malam pengantin

Janganlah engkau tertidur




Tapi tatap mata Istrimu

Katakan padanya

“hari ini engkau sudah halal menjadi Istriku…

“aku ingin rumah tangga ini sampai ke Jannahnya kelak….

“Engkau harus tahu…

“Engkau tidak menikahi malaikat yang tak punya salah

“dan aku tak menikahi bidadari yang sempurna….

“duhai cintaku……!

“Maka ingatkanlah aku, jika aku melalaikan tugasku sebagai suami dan ayah…

“duhai cintaku…!

“jangan Marah…jika ku melihat ada yang janggal pada dirimu, dan aku menegurmu…”

“Ini semua demi cita-cita kita ke surgaNya…

“Bersediakah dirimu Cinta…”




Tataplah matanya..

Dan ia pasti akan tersenyum dan mengedipkan matanya

Itu tanda ia setuju……




Setelah itu tariklah dirinya kedalam selimut..

Dan silahkan lanjutkan indahnya ke nikmatan surgawi..

Yang engkau memang halal merasakannya..




Hingga desah nafasmu

Nafas istrimu




Dilirik senyum oleh Bulan dan Bintang

Di langit sana

Inilah Komitmen..

Dari Bilik Sederhana..

Yang Allah Ridho akan semuanya..
Cinta adalah buhulnya iman, di mana orang tidak akan masuk tanpa cinta. Seorang hamba tidak akan sejahtera maupun selamat dari ancaman siksa Allah tanpa cinta.Maka hendaklah hamba itui berperilaku atas dasar cinta. (Ibnu Qayyim Al Jauziyah)

Oleh: Kak Zen

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here