Select Menu

Puisi

Kisah Inspiratif

Jodoh

Artikel Doa

Cinta Karena Allah

Dunia Muslimah

Seputar Remaja

Dunia Putri

Tanya Jawab

» » Menanti Sang Belahan Jiwa


Mas Owi Selasa, Mei 22, 2012 1



Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah sebagian daripada sketsa hidup dan kehidupan kita sekalian hamba di dunia ini. Titisan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan hingga mencipta keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalamnya menyebabkan kepedihan yang menyesakkan ruang dada. Jiwa yang rapuh pun mengadu, berkeluh-kesah pada alam serta isinya, bertanya di manakah pasangan jiwa berada. Lalu hati mencipta serpihan kegelisahan, bagai anak kecil yang kehilangan ibunya.

  • Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah seorang hamba? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya hingga tanpa sadar telah menjadi sebagian hidup yang tidak boleh dipisahkan lagi. Letih... Sungguh letih jiwa raga. Sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa tanpa tahu adakah belahan jiwa di luar sana? Alahai... kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia fana ini saja karena masih ada akhirat yang kekal abadi. Memang, setiap manusia telah diciptakan berpasangan, namun tak hanya dibatasi oleh dunia fana ini saja. Seseorang yang belum menemui pasangan jiwanya, Insyaallah akan dipertemukan suatu hari nanti.

Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai mengubah pandangan kepada Pemilik Cinta. Berserahlah kepada Maha Pemurah. Kembalikan segala urusan hanya kepadanya, karena Dia Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya dicurahkan kepada Pemilik Hati. Tak usah membandingkan diri dengan orang lain kerana Dia pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meskipun adakalanya kita sekalian hamba tidak menyedarinya.

  • Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa. Menangislah karena air mata permohonan kepada-Nya di setiap sujud dan keheningan pekat malam. Jadikan hidup ini penuh dengan harapan yang baik kepada Pemilik Jiwa. Bersiap menghadapi putaran waktu hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Maha Pencipta. Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh tidak akan lari ke mana karena sejak roh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu telah tersurat.

Sabarlah, bukankah mentari akan selalu menghiasi pagi dan malam senantiasa indah dengan sinar lembut rembulan dipagar bintang. Senyum dan hapuskanlah air matamu serta hilangkanlah lara di jiwa. Terimalah semua sebagai sebagian kembara kehidupan yang akan menemui rahasia di sebalik titian kehidupan yang kau jalani. Hingga, kelak kau akan rasakan tidak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat bersendirian.......

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar Menanti Sang Belahan Jiwa

  1. Y allah'Smoga engkau mdgarkn ap yg tlh hmba doakn wt dia n yg hmba hrpkn/ignkn wt memliki dia seuthy.
    Y allah'Qmhon ijnknQ brsmay'rstuiQ dgn ap aday.
    Jglh Q n dia tuk slam"y y allah.
    SmpeQ n dia mndtangi pgilnmu'dn ijnkn Qtuk bs brsmay mnju k agungnmu n dlm si"hmu smpe ahkir klak nnti y allah.
    Dn bkalh mta hti dia tukq.
    Spaknlh htiy tuk menyapa hti n pras'nq in.
    Dgrkn n lhatknlh klo emgQ tlus mncntai n myaygi dia slam"y,y allah.
    Mski smuay sguh brat Qdpt Dgni qMemhon smga ekau mdgarkn doaq ni,Amiin.?

    BalasHapus