Ciri-ciri Jodoh Yang Baik - Mencintai Dengan Sederhana

Post Top Ad

Responsive Ads Here

21 Apr 2013

Ciri-ciri Jodoh Yang Baik

Berbicara soal jodoh pada hakikatnya adalah bicara tentang diri kita sendiri. Mengapa, karena jodoh kita adalah bagian dari tubuh kita yang hilang, akni tulang rusuk.

Banyak orang yang selalu mengkhawatirkan tentang jodoh, mulai dari hari kemarin sampai sekarang, jodoh belum juga datang. jangan khawatir, sejauh-jauhnya jodoh, jika itu jodoh, pasti akan bertemu jua.

Ciri-ciri jodoh yang baik
bagi kita adalah tergantung diri kita sendiri, bahwasanya, apabila pribadi kita baik, maka jodoh kita akan baik, sebaliknya jika pribadi kita buruk maka jodoh kita pun buruk. Lalu jika anda bertanya, masih ada seseorang yang pribadinya baik, tetapi jodohnya buruk.
Jawaban dari pertanyaan itu sangat simpel sekali, ketika ada seseorang yang berkepribadian baik dan jodohnya buruk, maka itu menandakan bahwa yang pribadinya baik memang mempunyai kepribadian yang lebih dari jodohnya, dengan demikian yang pribadi baik menjadi penyeimbang dan mempunyai tugas untuk menjadikan jodohnya berpribadi baik.
Coba kita lihat dalam kisah para nabi, dimana kita melihat bahwa ada nabi yang istrinya sangat durhaka, dan ada pula istri dari penjahat malah mempunyai pribadi yang baik. Itu sebabnya bahwa jodoh selalu seimbang dan saling menyeimbangkan.

Jodoh sudah ada yang mengatur. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan sebaliknya. Sudah diatur. Karena ciri-ciri jodoh yang baik adalah tergantung dari diri kita sendiri. Penulis mencoba mengutip dari penjelasan Mario Teguh dibawah ini:
  • 1. Orang baik yang melawan nasihat dan memaksa bersanding dengan orang tidak baik, akan dapat orang tidak baik.
  • 2. Jangan merasa terlalu yakin dapat meluruskan orang tidak baik, jika Anda sendiri sulit berubah.
  • 3. Pasangan yang sama baiknya saja, bisa menemukan banyak masalah dalam masa penyesuaian, apa lagi yang tidak baik.
  • 4. Tapi memang, orang berpandangan sempit tidak akan melihat nasihat yang diturunkan dari firman Tuhan.
  • 5. Yang membantah tanpa pengetahuan, akan ditanya: Jika engkau demikian benar, mengapakah hidupmu belum baik?
  • 6. Tuhan memerintahkan kita menuntut ilmu, bukan untuk membantah dari pengetahuan yang terbatas, tapi untuk patuh kepada kebaikan.
  • 7. Sesungguhnya, tidak ada niat Tuhan selain memuliakan kita. Jika kita ingin Tuhan menuruti permintaan kita, marilah kita belajar untuk lebih patuh.
Jadi seperti itulah, jangan mengaku pribadi kita baik jika kehidupan kita masih terlihat buruk. Jangan merasa kita mecintai jika tidak pernah bisa membahagiakan orang yang dicintai. Demikianlah tentang ciri-ciri jodoh yang baik, yakni jodoh yang baik tergantung dari diri kita sendiri

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here