Select Menu

Puisi

Kisah Inspiratif

Jodoh

Artikel Doa

Cinta Karena Allah

Dunia Muslimah

Seputar Remaja

Dunia Putri

Tanya Jawab


Bismillah,
“Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia) dan mereka berpaling (dari akhirat)”- (Surah Al-Anbiya’: Ayat 1 )
DIA (ALLAH) berfirman, kamu tinggal di bumi hanya sebentar sahaja, jika kamu benar-benar mengetahui (Surah Al-Mu’minun: Ayat 114)

Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sungguh syaitan itu musuh bagimu (Surah Al- Fatir: Ayat 5-6)

Ya Allah,
Andai kaki ini melangkah, jadikan setiap langkahan itu, langkahan ke tempat kebaikan, tempat yang Engkau redha.

Ya Allah,
Andai mulut ini berkata, jadikanlah setiap perkataan yang keluar itu ialah perkataan yang penuh hikmah dan bermanfaat, perkataan yang lembut, dan mendekatkan hati ini dan orang lain pada-Mu,

Ya Allah,
Andai fikiran ini berfikir, jadikanlah fikiran ini berfikir mengenai-Mu, berfikir mengenai kematian, berfikir mengenai dosa-dosa lalu, berfikir mengenai kebaikan orang lain padaku, berfikir mengenai nikmat yang telah kau berikan padaku, dan berfikir mengenai usaha-usaha/ wasilah apa lagi yang boleh aku lakukan untuk mendekatkan diri pada-Mu.

Ya Allah,
Andai disaat tidak ada perkara yang bermanfaat ingin diperkatakan, andai tidak ada topic ingin dibicarakan, jadikanlah lidah ini lancar dan terus-menerus berzikir kepada-Mu, Jauhkan lidah ini daripada mengeluarkan kata yang menyakiti hati orang lain,

Ya Allah,
Andai mata ini melihat hingga ke hari ini dan hari seterusnya, jadikanlah mata ini celik, jauhkan mata ini dari melihat yang bukan hak, permudahkan kedua mataku ini untuk menjaga pandangan, jadikanlah mata ini mata yang sentiasa menangis kerana-Mu, menangis mengingati dosa-dosa lalu.

Ketahuilah bahawa, ‘Dia Mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada’- (Surah Al-Ghafir: Ayat 19)

Ya Allah,
Andai telinga ini masih mampu mendengar, jadikanlah ia mendengar dan menapis perkataan itu, jadikanlah kedua telinga ku mendengar yang baik-baik sahaja, andai ada saat-saat di mana aku mendengar yang kurang baik, jadikan ianya berlalu seperti angin.

Ya Allah,
Andai hati ini berniat ataupun bermonolog dalaman, jadikankanlah hati ini sentiasa berniat untuk melakukan kebaikan sahaja, jadikan juga monolog hati itu monolog yang baik-baik sahaja.

Ya Allah,
Jika tangan ini bergerak, Jadikanlah tangan ini bergerak dan menulis kebaikan sahaja, bergerak untuk melaksanakan hal-hal kebaikan, jauhkan tangan ini daripada memukul, menampar dan mengambil hak orang lain.

Wahai Tuhan yang telah terlalu banyak memberi, jadikan aku orang yang bersyukur dengan nikmat mata, mulut, telinga, hati, tangan, otak (pemikiran), lidah dan nikmat yang lainnya. Sungguh semua nikmat yang KAU berikan ini, akan menjadi saksi di akhirat kelak. Semuanya akan diminta pertanggungjawabkan.

Ketahuilah kita semua bahawa:
“Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur”- (Surah Al-Mu’minun: Ayat 78)
‘Dan Tuhan-mu tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan’- (Surah Naml: Ayat 93)
Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang -(Surah Al- Qasas: Ayat 16)
( http://akuislam.com)
Amira Mayorga, lahir dari keluarga Kristen Protestan yang taat. Kakek dan neneknya seorang pastor, sementara Amira sendiri mengajar sekolah minggu untuk anak-anak. Doktrin Trinitas begitu melekat dalam kehidupan keseharian Amira.

Tak heran kalau Amira agak sulit menerima informasi tentang ajaran Islam, ketika ia bertemu dengan teman-temannya yang Muslim dan berdiskusi tentang Islam, saat ia berkesempatan berkunjung ke Washington DC empat tahun yang lalu.

Ketika itu kata Amira, teman-teman Muslimnya selalu berkata, “Saya tidak memaksa kamu untuk menjadi seorang Muslim, saya hanya menjelaskan tentang Islam.” Amira sendiri tidak terlalu menaruh perhatian pada penjelasan teman-teman Muslimnya tentang Islam, Amira bahkan berpikir bahwa teman-teman Muslimnya-lah yang salah dan ia tetap menganut agamanya, Kristen Protestan.

Suatu ketika, saat berkunjung ke Guatemala, Amira bertemu dengan seseorang asal Aljazair lewat forum chatting di internet. Keduanya kemudian menjadi sahabat baik dan banyak berdiskusi tentang Islam, terutama tentang konsep ketuhanan dalam ajaran Kristen.

Amira mengakui, ia kehabisan argumen untuk mendukung konsep ketuhanan dalam Kristen. Dan itu mendorongnya menjelajahi dunia maya guna menggali banyak informasi tentang ajaran Islam.
“Saya banyak membaca tentang keindahan Islam dan mulai menyadari bahwa Yesus tidak pernah menyuruh umatnya untuk menyembah dirinya, tapi Yesus menyerukan umatnya untuk menyembah Tuhan yang Esa.
Amira makin tertarik dengan Islam dan pada Ramadhan, ia mulai ikut berpuasa meski puasanya masih belum sempurna.

Selanjutnya, Amira banyak mengikuti kelompok-kelompok diskusi Islam di internet, mulai dari kelompok milis Amr Diab (nama seorang penyanyi asal Mesir) sampai kelompok Allah Alone. Dari dunia maya, Amira banyak bertemu Muslim dari berbagai negara, yang menjadi tempatnya untuk bertanya segala hal tentang Islam.

Amira mulai memilih nama Muslim yang akan digunakannya, tapi ia belum berani untuk mengucap syahadat. Alasannya, sebagai seorang keturunan latin Amerika, ia belum bisa meninggalkan tradisi masyarakat Latin yang tidak jauh dari pesta, minuman beralkohol dan dansa-dansi.
“Saya tidak mau masuk Islam, tapi saya masih melakukan aktivitas seperti itu. Saya berkata pada diri saya sendiri, kalau saya sudah mampu meninggalkan itu semua, saya ingin menjadi seorang Muslim,” ujar Amira.
Amira mulai membaca al-Quran yang dibelinya. Suatu saat ketika minum kopi bersama seorang temannya, Amira mengatakan bahwa ia merasakan kedamaian mengikuti “filosofi” yang ada dalam ajaran Islam dan mengungkapkan keinginannya untuk masuk Islam. Tapi teman baiknya malah menjawab, ” You are crazy.”

Mimpi Aneh

Namun Amira tetap mempelajari Islam. Hingga suatu malam ia mimpi aneh. Dalam mimpi itu, Amira dan sahabatnya tadi berada dalam sebuah gedung yang sangat luas dan ia duduk di lantai yang sangat tinggi. Di hadapannya ada seberkas sinar yang menembus kaca jendela, dan Amira mengajak sahabatnya untuk keluar dan melihat sinar apakah itu. Sahabatnya takut, namun Amira terus membujuknya.

Sahabat Amira itu akhirnya mau keluar dan mereka menyaksikan sebuah kota yang kosong, gedung-gedung di kota itu nampak tua dan kotor. Keduanya lalu melihat seorang laki-laki datang dengan membawa cemeti. Amira dan temannya ketakutan dan pada saat itu, laki-laki dalam mimpi Amira berkata,”Kamu mengatakan bahwa kamu sudah mengetahui kebenaran, mintalah pertolongan pada Tuhan-mu dari semua ini.”
Sebelum sempat menjawab, Amira terbangun dari tidurnya dan merasa tubuhnya sangat lemah, ia bahkan merasa lumpuh dan tak bisa bergerak sedikitpun. Ia menceritakan mimpinya pada salah seorang sahabat Muslimnya. Sahabatnya itu menyarakan agar Amira segera masuk Islam. Teman Amira lainnya yang beragama Katolik menganggap Amira sedang bingung dan menyarankannya untuk meminta pertolongan “Tuhan” (Yesus) untuk menemukan kedamaian sejati.
Amira masih belum tergerak hatinya untuk memeluk Islam dan kembali melakukan riset di internet tentang Islam dan bertemu dengan seorang Muslimah bernama Dina Stova yang mengirimkannya email-ermail tentang Islam. Amira masih juga mencari-cari alasan ketika Dina menanyakan mengapa ia belum juga mengucap syahadat, hingga sahabatnya itu mengatakan, “Islam adalah agama yang mengajarkan toleransi, cobalah setahap demi setahap.”

Mendengar perkataan Dina, Amira akhirnya menyatakan ingin masuk Islam dan langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. “Setelah mengucapkan kalimat syahadat, tiba-tiba saja saya merasakan kedamaian itu. Kedamaian hati yang selama ini saya cari dalam hidup saya. Rasanya sudah jelas, jawabannya adalah Islam. Sekarang dan selamanya, saya adalah seorang Muslimah,” tukas Amira.

Namun Amira harus menghadapi tantangan berat dari keluarganya. Saudara laki-lakinya, sempat setahun tidak mengajaknya bicara setelah tahu ia memeluk Islam. Tapi Allah Maha Besar, pada 16 Oktober 2007 saudara laki-lakinya itu malah ikut masuk Islam dan mengucap dua kalimat syahadat.

Saat ini, Amira terus melakukan pendekatan pada keluarganya, agar seluruh keluarganya juga mau masuk Islam dan menerima pesan-pesan Islam yang disampaikannya. Sebuah perjuangan yang tidak ringan bagi seorang mualaf seperti Amira. (eramuslim)

Zina merupakan perbuatan yang sangat buruk dan tercela. Namun banyak kaum muda mudi dan pria hidung belang menghalalkan zina, kini istilah cabe-cabean menjadi istilah baru prostitusi remaja.

Fenomena Cabe-cabean yang kependekan makna dari 'Cewe Alay Bahan Exxxan' memang sangatt memprihatinkan.

Sebenarnya ini menjadi peringatan bagi para orangtua agar mengawasi anak-anaknya dengan ketat seperti yang pernah diungkapkan Psikolog Lembaga Terapan Psikologi UI Muhammad Rizal Psi

"Kalau tahu anak keluar malam, awasi dia. Kenapa diperbolehkan? Kalau concern anak kita anak perempuan, harusnya lebih dijaga" imbuhnya.
Padahal dari dulu hingga kini zina merupakan perbuatan yang sangat buruk dan tercela.

Sebagaimana Allah Azza wa jalla berfirman :

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا (٣٢)

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. [al-Isrâ’/17: 32]

Dalam ayat lain, Allah Azza wa jalla berfirman :

وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨)

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩)

Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, [al-Furqân/ 25:68-69]

Dalam ayat ini, Allah Azza wa jalla menyebutkan perbuatan zina setelah perbuatan syirik dan setelah pembunuhan terhadap jiwa yang diharamkan Allah Azza wa jalla. Ini menunjukkan betapa perbuatan zina itu sangatlah buruk.

Dalam ayat lain, Allah Azza wa jallamenyebutkan sanksi bagi pelaku perbuatan nista ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (٢)

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [an-Nûr/24:2]

Para ulama mengatakan : “ini sanksi bagi perempuan dan lelaki yang berzina apabila keduanya belum menikah. Sedangkan bila telah bersuami atau pernah menikah maka keduanya dirajam (dilempari) dengan batu hingga mati.

Dalam hadits yang shahih dinyatakan

لاَ يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهْوَ مُؤْمِنٌ

Tidaklah orang yang berzina itu beriman saat dia melakukan perbuatan zina [HR al-Bukhâri dan Muslim]

Dalam hadits lain dinyatakan:

مَنْ زَنَى وَشَرِبَ الْخَمْرَ نَزَعَ اللَّهُ مِنْهُ الإِيمَانَ كَمَا يَخْلَعُ الإِنْسَانُ الْقَمِيصَ مِنْ رَأْسِهِ .

Siapa yang berzina atau minum khamr maka Allah mencabut keimanan dari orang itu sebagaimana seorang manusia melepas bajunya dari arah kepalanya. [HR al-Hâkim dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dan as-Suyûthi memberi symbol sahih]

Zina yang terburuk adalah menzinahi ibunya sendiri, putrinya, saudari atau mahramnya yang lain. Dalam hadits dinyatakan:

مَنْ وَقَعَ عَلَى ذَاتِ مَحْرَمٍ فَاقْتُلُوهُ

Siapa yang menzinahi mahramnya maka bunuhlah! [HR al-Hâkim dan beliau shahihkan]

Berikut 27 Dampak Negatif Perbuatan Zina & Cabe-cabean:

1. Zina mengurangi agama seseorang
2. Zina menghilangkan sifat wara’
3. Zina merusak kehormatan dan harga diri

4. Zina mengurangi sifat cemburu
5. Pezina mendapatkan murka Allah Azza wa jalla.
6. Zina menghitamkan wajah dan menjadikannya gelap

7. Zina menggelapkan hati dan menghilang cahayanya
8. Zina mengakibatkan kefakiran yang terus menerus.
9. Zina menghilangkan kesucian pelakunya dan menjatuh nilainya dihadapan Rabbnya dan dihadapan manusia.

10. Zina mencopot sifat dan julukan terpuji seperti ‘iffah, baik, adil, amanah dari pelakunya serta menyematkan sifat cela seperti fajir, pengkhianat, fasiq dan pezina.
11. Pezina menyeburkan diri pada adzab di sebuah tungku api neraka yang bagian atasnya sempit dan bawahnya luas. Sebuah tempat yang pernah disaksikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyiksa para pezina. [HR al-Bukhâri dalam shahihnya dari sahabat Samurah bin Jundab Radhiyallahu anhu].
12. Zina menghilangkan nama baik dan menggantinya dengan al khabîts, sebuah gelar yang sematkan buat para pezina

13. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kegelisahan hati buat para pezina
14. Zina menghilangkan kewibawaan. Wibawanya akan di cabut dari hati keluarga, teman-temannya dan yang lain
15. Manusia memandangnya sebagai pengkhianat. Tidak ada seorangpun yang bisa mempercayainya mengurusi anak dan istrinya

16. Allah Azza wa jallamemberikan rasa sumpek dan susah dihati pezina
17. Pezina telah menghilangkan kesempatan dirinya untuk mendapatkan kenikmatan bersama bidadari di tempat tinggal indah di syurga
18. Perbuatan zina mendorong pelakunya berani durhaka kepada kedua orang tua, memutus kekerabatan, bisnis haram, menzhalimi orang lain dan menelantarkan istri dan keluarga

19. Perbuatan zina dikelilingi oleh perbuatan maksiat lainnya. Jadi perbuatan nista ini tidak akan terealisasi kecuali dengan didahului, dibarengi dan diiringi beragam maksiat lainnya. Perbuatan keji menyebabkan keburukan dunia dan akherat
20. Pelaku zina wajib diberi sanksi; pezina yang belum menikah didera seratus kali dan diasingkan selama setahun dari daerahnya sedangkan pelaku yang pernah menikah atau masih berkeluarga dirajam (dilempari) batu sampai mati
21. Zina merusak nasab

22. Zina menghancurkan kehormatan dan harga diri orang
23. Zina menyebabkan tersebarnya waba penyakit berbahaya, tha’un (lepra) dan tersebarnya penyakit kelamin yang umumnya sulit diobati, minimal penyakit syphilis
24. Perbuatan zina membuka peluang bagi keluarganya untuk terjerumus dalam perbuatan serupa. Dalam pepatah dikatakan :

كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ

Engkau akan dibalas sesuai dengan perbuatanmu

25. Zina menyebab balasan amalan shalihnya hilang sehingga ia bangkrut pada hari kiamat.
26. Dihari kiamat pelaku zina akan dihadapkan pada orang yang istrinya dizinai untuk diambil pahala kebaikannya sesuka sang suami sehingga tidak tersisa kebaikan sedikitpun
27. Anggota tubuh seperti tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan lisan akan memberikan persaksian yang menyakitkan. Allah Azza wa jalla berfirman :

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤)

Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. [an-Nûr/ 24:24].

Itulah diantara sekian banyak efek negatif dari perbuatan zina. Semua ini memberikan gambaran betapa buruk dampak perbuatan nista ini dan alangkah rendah moralitas pelakunya. Efek negatif perbuatan tak senonoh ini tidak hanya akan dirasakan oleh si pelaku tapi juga oleh sang anak yang tidak tahu-menahu. semoga Allah Azza wa jallamelindungi kami dan seluruh kaum muslimin dari perbuatan keji ini.

(Diterjemahkan dari kutaib Khatarul Jarîmah al khuluqiyah, karya Syaikh Abdullah bin Jârullah bin Ibrâhîm al jârullâh & Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XII/Dzulhijjah 1429/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta) [jabir/voa-islam.com]


Barakah bintu Tsa’labah adalah seorang shahabiyah yang kehidupannya penuh berkah. Ia hidup sepanjang masa kenabian sehingga ia menyaksikan peristiwa-peristiwa pada periode tersebut.

Kun-yahnya adalah “Ummu Aiman”, dan ia lebih dikenal dengannya; menjadi pengasuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak beliau masa kecil. Ia wafat sesudah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ummu Aiman adalah isteri Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Zaid, ia mendapatkan seorang anak yang menjadi mujahid yang sangat hebat, yang sangat disayangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Usamah bin Zaid. Dari suaminya yang pertama, ia memiliki seorang anak yang gugur sebagai syuhada (yaitu Aiman bin Ubaid Al-Khazraji).

Merawat Muhammad yang masih kecil
Ummu Aiman mengenal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak beliau kecil sampai diutus menjadi seorang nabi. Dia menemani Aminah binti Wahab, ibunda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, berangkat ke Madinah bersama putra kesayangannya untuk mengunjungi Bani Najjar yang merupakan keluarga Abdul Muthalib. Di dalam perjalanan pulang kembali ke Mekkah, Aminah menderita sakit di perjalanan. Akhirnya beliau wafat di Abwa (tempat antara Mekkah dan Madinah). Karena itulah, Ummu Aiman menjadi satu-satunya pendamping Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam – yang saat itu masih anak-anak – menuju kota Mekkah.
Sang kakek, Abdul Muthalib, menjadi pengasuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mencintai sang cucu sepenuh hati. Adapun Ummu Aiman, ia tetap berada di sisi Rasulullah, mengurusnya dengan penuh cinta kasih, menjaganya dengan seluruh kemampuan diri, seakan ia menjadi penganti sang ibu yang telah pergi, sebagaimana Abdul Muthalib hadir sebagai kakek sekaligus “bapaknya”. Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kecil pun tumbuh di antara orang-orang yang selalu mencurahkan kehangatan cinta dan kelembutan kasih sayang.

Wujud rasa sayang Abdul Muthalib kepada sang cucu membuatnya sangat banyak berwasiat kepada Ummu Aiman. Di salah satu wasiatnya ia berkata, “Wahai Barakah, janganlah engkau melalaikan anakku. Aku mendapatkannya bersama anak-anak kecil dekat dengan pohon bidara. Ketahuilah bahwa orang-orang dari Ahlul Kitab menyangka bahwa anakku ini akan menjadi nabi umat ini.”

Ketika Abdul Muthalib meninggal dunia, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasakan kesedihan yang sangat. Ummu Aiman menceritakan kejadian itu; ia berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hari itu menangis di belakang tempat tidur Abdul Muthalib.” (Ath-Thabaqatul Kubra, 8:224)

Dua pernikahan

Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tumbuh dewasa, beliau sangat menghargai dan menghormati Ummu Aiman; Ummu Aiman yang mengurus perkara dan urusan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta menjaganya dengan sebaik-baik penjagaan.
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Khadijah radhiyallahu ‘anha, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerdekakan Ummu Aiman. Kemudian beliau menikahkannya dengan Ubaid bin Zaid Al-Khazraji. Dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang putra yang diberi nama “Aiman”. Aiman radhiyallahu ‘anhu adalah seorang sahabat yang berhijrah dan berjihad, serta mati syahid pada perang Hunain.
Khadijah Ummul Mukminin memiliki seorang budak bernama Zaid bin Haritsah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta kepada Khadijah agar Zaid dihadiahkan baginya. Khadijah memenuhi permintaan sang suami tercinta.

Zaid menjadi anak angkat Rasulullah dan orang yang sangat dicintainya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerdekakannya dan menikahkannya dengan Ummu Aiman, setelah suaminya yang pertama meninggal dunia. Seorang anak lelaki terlahir dari pernikahan itu. Namanya adalah Usamah. Zaid kemudian berkun-yah dengan nama “Abu Usamah”.

Turut berjihad di barisan kaum muslimin

Ketika usia Ummu Aiman semakin bertambah, beliau sangat senang untuk turut serta berjihad bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada perang Uhud, Ummu Aiman berangkat bersama para wanita. Peran yang ia utamakan adalah mengobati orang-orang yang terluka dan memperhatikan mereka, serta memberi minum para mujahidin yang kehausan.

Pada perang Khaibar, Ummu Aiman bersama dua puluh orang wanita berangkat menuju medan perang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pasukan kaum muslimin. Adapun anaknya, Aiman, tidak ikut dalam perang ini karena kudanya sakit. Meski memiliki alasan, ibunya menyifatinya sebagai pengecut.

Pada perang Mu’tah, suaminya (Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu) wafat sebagai syuhada. Ummu Aiman menerima berita tersebut dengan sabar dan mengharap pahala dari Allah. Pada perang Hunain, anaknya (Aiman) juga mati sebagai syuhada. Kembali beliau bersabar dan mengharap pahala dari Allah dengan kematian anaknya. Beliau hanya mengharapkan keridhaan Allah dan keridhaan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kesulitan dalam mengucap makhraj dengan benar
Ummu Aiman adalah seseorang yang dihormati oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal itu tidak menghalangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menegurnya saat ia salah. Ummu Aiman terkadang salah dalam mengucapkan kata. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkannya atau memerintahkannya untuk banyak diam.
Diriwayatkan bahwa Ummu Aiman bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia berkata,

سلام لا عليكم
“Keselamatan dan kesejahteraan tidaklah untukmu.”
Karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan kepada beliau untuk mengucapkan “السلام” saja. (Ath-Thabaqatul Kubra, 8:224)

Serta dari Abu Huwairits, bahwasanya Ummu Aiman berkata pada saat perang Hunain,

سبت الله أقدامكم

(yang benar seharusnya:

ثبت الله أقدامكم

[semoga Allah mengokohkan kaki kalian],

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata kepadanya, “Diamlah, karena engkau sulit mengucapkan makhraj (huruf) dengan benar.” (Ath-Thabaqatul Kubra, 8:225)

Tutup usia

Hari pun berlalu dengan cepat; wafatlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berita kematian pun tersebar, kota Madinah terasa gelap gulita dari barat maupun timur. Hati manusia diliputi duka. Ummu Aiman menangis sedih atas perpisahannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu; ia berkata,
“Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Umar radhiyallahu ‘anhu setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Mari kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengunjungi beliau semasa hidupnya.’

Tatkala kami menemuinya, beliau menangis. Kami pun bertanya, ‘Apa yang membuatmu menangis? Apa yang di sisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya.’


Ummu Aiman berkata, ‘Aku bukan menangisi beliau, karena aku tahu apa yang di sisi Allah itu lebih baik baginya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.’

Maka mereka berdua pun ikut menangis.” (Ath-Thabaqatul Kubra, 2:332–333)
Akhirnya seorang shahabiyah, yang mengasuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semenjak kecil dan bersama dengan beliau menyaksikan masa nubuwwah, kembali ke sisi Rabb-Nya. Setelah mencurahkan kebaikan bagi Nabi-Nya dan bagi agamanya, Ummu Aiman radhiyallahu ‘anha wafat lima bulan – atau dalam riwayat lain: enam bulan – setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim, no. 2454)
* Diterjemahkan dari kitab “Shuwar min Hayah Ash-Shahabiyat” karya Abdul Hamid bin Abdurrahman As-Saibani; dengan sedikit perubahan.

Artikel Muslimah.Or.Id

Penerjemah : Annisaa Kumanireng (Ummu ‘Abdillah)
Murajaah: Ustadz Sanusin Muhammad Yusuf, M.A.
Masih menjadi suatu hal yang tabu, jika seorang istri yang memiliki suatu kelebihan dalam ilmu, dan kemudian membagikan ilmu yang ia miliki pada suaminya. Namun ternyata, ada suatu kisah, contoh dari keteladanan salah seorang shahabiyah, yaitu putri dari Sa’id bin al-Musayyib. Yang mana, ia telah mengajari suaminya mengenai ilmu agama yang ia miliki. Berikut adalah keteladanan beliau, cucu dari sahabat yang mulia, Abu Hurairah ra.

Abu Hurairah menikahkan puterinya dengan Sa’id bin al-Musayyib. Dari perkawinan yang diberkahi ini, Sa’id bin Musayyib dikaruniai seorang puteri yang shalihah dan cerdas.
Ketika tiba waktunya untuk menikahkan puterinya, Sa’id bin al-Musayyib memilihkan baginya salah seorang muridnya bernama Abdullah. Abdullah dipilih dari yang lainnya karena keikhlasannya dalam menuntut ilmu sangat jelas.
Kecintaan Abdullah terhadap ilmu dapat dilihat keesokan harinya setelah menikah dengan puteri Sa’id bin al-Musaayib, ia mengenakan pakaiannya hendak keluar, lalu isteri yang baru dinikahinya bertanya: “Hendak kemana engkau?” Dia menjawab: “Hendak menghadiri majelis Sa’id bin al- Musayyib untuk belajar.” Isterinya berkata, “Duduklah, saya akan mengajarimu ilmu Sa’id bin al-Musayyib.” Kemudian puteri Sa’id bin al-Musayyib mengajarinya ilmu.

Selama satu bulan Abdullah tidak menghadiri halaqah Sa’id bin al-Musayyib karena ilmu yang telah dipelajari wanita muda yang cantik ini melalui ayahnya (yang kemudian disampaikan kepadanya) telah memadai.

Sangat penting untuk bertanya kepada diri kita sendiri – jika para wanita Muslimah benar-benar memiliki ilmu ini melebihi suaminya pada masa sekarang ini, apakah hal tersebut akan menambah penghormatan dan ketaatan mereka terhadap suaminya, ataukah ilmu ini akan menjadi sumber banyak persoalan rumah tangga? Keutamaan para wanita ini adalah ilmu yang mereka miliki hanya menambah bagi mereka ketaatan dan penghargaan kepada suami mereka.

Perkataan berikut dari suami, dari ulama wanita ini cukup untuk memahami betapa cinta yang dimiliki sang suami kepadanya karena ilmu dan ketaatannya:
“Dia lah termasuk wanita yang paling cantik dan paling hafal Kitabullah, dan paling mengetahui tentang Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam, dan yang paling tahu hak-hak suaminya.”
Semoga Allah menjadikan para ibu, saudari, dan putri-putri (Muslimah) mendapatkan posisi yang demikian di mata suami-suami mereka, dengan ilmu, ketaatan dan kecintaan mereka terhadap agama ini.

Wallahua’lam bishshowab

Sumber : Wanita Muslimah yang Mengajari Suaminya, Bintus Sabil
(esqiel/al-mustaqbal.net/muslimahzone.com)
Sore itu, sepulang dari agenda di salah satu sekolah islam di Surakarta ku lewati jalan Slamet Riyadhi yang tak pernah sepi dari pengendara.

Suasana hiruk pikuk kendaraan di tengah hujan deras yang mengguyur menemani perjalanan pulangku. Waktu menunjukan pukul empat sore, langit belum begitu gelap dan udara terasa dingin.

Sambil berkendara kutatap jalan di depan dan sekitarnya. Saat itu pandanganku

mengarah ke seorang ibu yang terlihat begitu cantik dan anggun sedang berdiri di depan sebuah toko.

Sekilas ibu itu terlihat menggenakan jubah dan jilbab lebar. Tapi setelah lebih dekat ku tengok, ternyata sang ibu hanya menggunakan sebuah jas hujan panjang yang menjuntai ke tanah.

Seketika itu juga terlintas dipikiranku, “Betapa cantiknya muslimah itu bila ia mengenakan penutup aurat syar’i yang tidak lain dan tidak bukan adalah jilbab syar’i.”

Selepas melihat ibu tadi kulanjutkan perjalananku. Pikiran tentang jilbab masih menggelitik di benakku. Beberapa saat aku berhenti di lampu merah. Ku tengok sebelah kanan, terlihat gadis kecil yang begitu cantik, polos dan lucu mengenakan jas hujan berwarna pink. Ia duduk di sebuah motor dan memandang ke arahku.

Setelah itu pandangannku mulai menyebar, ke kiri dan kebelakang, ku lihat hampir semua pengendara mengenakan jas hujan, termasuk para muslimah yang tidak berjilbab ataupun mereka yang hanya mengenakan “pembungkus aurat”.

Pemandangan langka yang mungkin tak kutemui di jalan raya selain saat hujan.

Ya.. para muslimah itu terlihat cantik dengan jas hujan yg menutupi auratnya. Bilamana mereka mau menggunakan penutup aurat syar’i setiap hari. Tentulah kecantikan sejati mereka kian terpancar.

“Wahai saudariku, kau lindungi dirimu dari hujan tapi mengapa tak kau lindungi dirimu (aurat) dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu?”

Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ

شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا

يُؤْمَرُون


“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai (perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”, Q.S. A-Tahrim/66: 6

Belum sampaikah kepadamu perintah berjilbab saudariku? Atau memang nafsumu yang mengingkarinya?

َا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ

الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ

أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا

رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)

Wahai saudariku, Jilbab syar’i itu tidak memudarkan kecantikanmu sedikitpun, justru ia semakin memperkuat dan menjaganya.

Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda ‘, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).

Mari saudariku.. mari berhijab syar’i mulai saat ini..
Jangan sampai JILBAB SYAR'I PERTAMA kita adalah JILBAB TERAKHIR kita..
yaitu KAIN KAFAN.. wal’iyadzu billah..

Penulis: Latifah Sab'ah
Sumber:voaislam.com

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Berjalan kaki memakai sandal termasuk sunnah. Begitu juga sesekali nyeker (telanjang kaki) juga sunnah. Hendaknya seseorang menyengaja sesekali tidak memakai sandal saat berjalan untuk menunjukkan bahwa ini termasuk sunnah. Tujuannya, agar orang-orang tidak menilai orang yang tidak pakai sandal sebagai orang jahil dan melakukan kesalahan. Karenanya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan para sahabat untuk sesekali tidak pakai sandal.

Fadhalah bin Ubaid Radhiyallahu 'Anhu berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا أَنْ نَحْتَفِيَ أَحْيَانًا

"Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam terkadang memerintahkan kami untuk bertelanjang kaki.” (HR. Abu Dawud & Ahmad. Dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Dalam hadits Ibnu Umar, sejumlah sahabat yang ikut bersama Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjenguk Sa’ad bin Ubadah maka sebagian mereka tidak beralas kaki dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak mengingkarinya. (HR. Muslim)

Petunjuk lainnya kita temukan dalam sabda beliau tentang larangan berjalan dengan satu sandal, hendaknya ia pakai semuanya atau lepas semuanya sehingga berjalan tanpa alas kaki.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ لِيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا

“Janganlah salah seorang kalian berjalan dengan satu sandal; hendaknya ia pakai kedua-duanya semuanya atau dia lepas kedua-duanya semuanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Syaikh Utsaimin berkata: Maka sunnah, seseorang memakai sandal. Tapi hendaknya sesekali ia berjalan di hadapan orang tanpa alas kaki untuk menunjukkan sunnah ini yang sebagian orang melihat orang yang berjalan telanjang kaki ia mengkritiknya dan mengatakan ini perbuatan orang jahil.

Namun perlu diingat, sunnahnya telanjang kaki saat berjalan ini untuk sesekali saja, bukan sering. Sebab, sering memakai sandal saat berjalan ini bentuk pemuliaan terhadap kaki yang melindunginya dari sesuatu yang menyakiti kaki, seperti duri, pecahan kaca, batu, dan selainnya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga memerintahkan untuk sering bersandal saat berjalan.

اسْتَكْثِرُوا مِنْ النِّعَالِ فَإِنَّ الرَّجُلَ لَا يَزَالُ رَاكِبًا مَا انْتَعَلَ

“Perbanyaklah memakai sandal, karena seseorang senantiasa berkendaraan selama dia memakai sandal.” (HR. Muslim)

Yakni memakai sandal itu diserupakan dengan orang yang berkendaraan dalam ringannya beban, tidak terlalu capek, dan kaki selamat dari gangguan di jalan. Wallahu a’lam. [voa-islam.com]

 Oleh: Badrul Tamam
Pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham menyurati Kapolri Jenderal Sutarman soal jilbab Polisi Wanita (Polwan).

Dalam surat terbuka untuk Bapak Kapolri yang dipanggilnya sebagai ayahanda tercinta Jenderal Sutarman tersebut, Ustadz Muhammad Arifin Ilham mengawali isi suratnya dengan iringan doa assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

”Semoga ayahanda selalu dalam hidayah dan berkah Allah bersama keluarga dan keluarga besar Polri aamiin,” tulis Ustadz Muhammad Arifin Ilham.

Sejak ayahanda membolehkan muslimat polisi berjilbab, tulis Ustadz Muhammad Arifin Ilham lebih lanjut, suka cita, ucapan Alhamdulillah, sujud syukur, pujian dan doa untuk ayahanda dipanjatkan. ”Lalu kenapa dicabut dan ditunda lagi ayahanda?” Tanya Ustadz Muhammad Arifin Ilham.

”Ayah, hidup kita tidak lama di dunia sebentar ini. Jabatan yang Allah SWT amanahkan untuk ayah akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, keputusan ayah membolehkan jilbab adalah keputusan sangat bijak dan tepat,” tulisnya.

”Dan berita gembira untuk ayahanda, bukan hanya sebagai Pelopor Jilbab yang akan dikenang sejarah walaupun ayah sudah wafat tetapi bernilai amal jariyah yang mengalir terus menerus sebanyak muslimat polisi mengenakannya.”

Ustadz Arifin kemudian mengutip firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 85 yang artinya, “Barang siapa memberi keputusan atau kebiasaan yang baik, lalu banyak yang mengikutinya maka sebanyak itu ganjaran mengalir Allah berikan kepadanya, tetapi sebaliknya barang siapa membuat keputusan atau kebiasaan buruk, lalu banyak yang mengikutinya maka sebanyak itu dosa yang ditimpakan kepadanya.”

Ustadz Arifin melanjutkan suratnya, ”Ayah, kalau memang belum dibuat aturan hukum bakunya, jangan diperintahkan untuk menanggalkan jilbab bagi muslimat polisi yang sudah berjilbab, apalagi sampai memecat mereka, terlalu besar resikonya di akhirat kelak.”

”Sayangilah muslimat Polri, ayah. Mereka juga putri-putri ayah. Buatlah sejarah yang indah mengesankan, ayah. Hidup ini sebentar ayah. Ayah, jangan ragu-ragu. Kami sangat mendukung dan mendoakan ayah agar ayah lulus menjaga amanah Allah SWT.”

Menurut Ustadz Arifin Ilham, negeri tercinta ini membutuhkan pemimpin yang sangat takut kepada Allah SWT dan sangat sayang pada rakyatnya.

”Dari nanda Muhammad Arifin Ilham, seorang anak bangsa yang mencintai ayahanda Sutarman. Allahumma ya Allah, berilah hidayah-Mu untuk para pemimpin negeri yang kami cintai ini…aamiin,” tulis Ustadz Muhammad Arifin Ilham mengakhiri surat terbukanya buat Kapolri yang disebutnya sebagai ayahanda.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Malam itu lunak . Tanpa dikaburkan bait irama yang disangka nan indah . Ditaburkan bersama rasa malu . Puncak akhlak itu kian tinggi , antara dua keping jiwa . Berkorban rasa pinta direnyaikan . Bilakan saat terindah itukan terjaga . Lanjutkan terpelihara , lamanya sampai usai siap siagalah mereka . Dalam hati sang pendoa , selalu rasa terhibur . Pada resah yang bersinggah . Pada kelu sendu , direlungi tetesan air matanya .

Tahajjud malam hari kan mendekatkan yang jauh . Yakin dan tulus . Semakin tunduk dan mendekatlah sayup doa yang sama . Meminta untuk dijauhi . Memohon agar hati tidak sesekali dicemari .

Percaya bisik harap . Selalu ia bersuara . Sering dan selalu pinta dijauhkan . Sebelum waktunya . Sungguh , jiwa - jiwa yang mencintai keridhaan Tuhannya . Tidak sesekali inginkan kalimat indah . Terpacul penuh mudah . Tertulis penuh bait . Ia ingin disimpan . Iakan ingin dihijab . Iakan selalu gamang . Pada gerun takut pada zina . Bukankah terindahnya kerna menjauhi kotor dan keji ? Dan sering hati dan segala anggota meneguk terus , ungkap - ungkap suci dan transparan dari Tuhannya .
" Demikianlah supaya kami memalingkan darinya kemungkaran dan kekejian . Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba kami yang terpilih . " ( Yusuf , 24 )
seindah cinta islam demi cinta Allah

Seribu musim pun akan terus berlalu . Saat pikir tidak lagi akan sebuah penantian . Jauh dari dasar hati , ingin iakan muncul di akhirnya . Sungguh , tetapnya hati itu . Kerna tetapnya istikharah yang berdesir . Pada wajah yang tak pernah nampak , pada suara yang tak pernah tertulis .

Menjauhi corong emosi . Bergetar pada sebelahnya nafsu yang maha keji . Menyiratkan malu yang bertemu . Sujud terindah dan tertulislah kedekatan sebuah taqdir . Akan sebuah rindu terindah . Tersiksa kerna berusahanya dari sisi halal . Terperit karena doanya tak pernah menipis . Tersedu sedan kerna memilih simpang yang sulit namun penuh tulus dengan bait keimanan haqiqi . Demi semata - mata meraih RedhaNya . Kerna rasa padaNya adalah yang utama dan pertama ! Lantas , jalan itu dilalui .

Berusaha selalu harus bermuhasabah . Usah sampai segalanya nampak putih dan gebu . Sedang syariat bersuara serak menafi rindu di qalbu . Memilih untuk mencintai . Umpama berkorban tanpa henti . Umpama menanti suatu yang pasti . Bukankah ?

Malam akan selalu mendatang . Bingit menyiksa sampai kapan pun hilang bicara . Menulis rangkap bisa buat hati yang menanti . Bernafasnya DEMI dan HANYA Ilahi . Simpang kanannya bercahaya . Sulit . Pandanglah ke depan .

Kesulitan takkan pernah berubah pada namanya . Ia kan selalu bersifat sulit . Ini berduri . Ini perlu iman tebal di hati . Ini harus redha ayah dan ibu yang dicintai . Ia juga , selalu melukis pada sebuah kanvas hijrah . Kepada kebaikan . Kepada kesempurnaan .

" Dan apabila hamba - hamba - Ku bertanya kepadamu tentang Aku , maka ( jawablah ) , bahwasanya Aku adalah dekat . AKU mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada - Ku , maka hendaklah mereka itu memenuhi ( segala perintah - Ku ) dan hendaklah mereka beriman kepada - Ku , agar mereka selalu berada dalam kebenaran . " ( Baqarah , 186 )


Penulis:Fadhlul Rahman
sumber:iluvislam
Pernikahan mendatangkan pahala, balasan baik, melalui pemenuhan hak-hak isteri dan anak serta menafkahi mereka. Perkawinan merupakan faktor yang mendatangkan kecukupan dan berlimpahnya rizki. Anggapan ini tidak seperti asumsi orang-orang yang berorientasi dunia dan lemah dalam bertawakal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ


Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan membuat mereka mampu dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui. [an Nur/24 : 32].

Dalam hadits disebutkan, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

ثَلَاثَةٌ حَقٌ عَلَى اللهِ عَوْنُهُمْ : (وَفِيْهِ ): وَالنَاكِحُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الْعَفَافَ


Tiga golongan; Allah pantas menolong mereka. (Di antaranya), seseorang yang menikah untuk menjaga kehormatan dirinya. [Hadits hasan, Shahihu al Jami', 3050].
Abu Bakar berkata,"Taatilah Allah dalam perintahNya kepada kalian dalam hal pernikahan, niscaya Allah akan memenuhi janji bagi kalian berupa kecukupan."

Ibnu 'Abbas berkata,"Allah menghimbau mereka untuk menikah dan menjanjikan bagi mereka kecukupan. Allah berfirman,'Jika mereka miskin, Allah akan membuat mereka mampu dengan karuniaNya'."
Pernikahan merupakan sarana perbaikan bagi individu dan masyarakat, agama, akhlak, masa sekarang dan masa depan. Selain itu, pernikahan mampu melenyapkan kerusakan-kerusakan yang timbul akibat meninggalkan pernikahan dan sikap acuh tak acuh terhadapnya.
Salah satu hambatan penting untuk melaksanakan pernikahan, yaitu keengganan sebagian pemuda, lelaki dan perempuan untuk menikah. Mereka enggan menikah dengan dalih, pernikahan akan mengganggu pendidikan. Ini adalah argumentasi lemah.
Sesungguhnya, pernikahan tidak menghalangi dalam melanjutkan pendidikan dan kelulusan, dan proses penggalian ilmu. Bahkan pernikahan menjadi pendukung untuk mencapai kesuksesan di dalamnya.

Seorang lelaki yang shalih bila dianugerahi wanita shalihah, dan atmosfir kasih-sayang menaungi mereka, maka masing-masing akan membantu pasangannya dalam pendidikan, dan dalam menghadapi problem kehidupan. Banyak orang yang isterinya mendapatkan naungan taufik dari Allah. Walillahil hamd.

Berapa banyak generasi muda, lelaki dan perempuan, ditakdirkan Allah menjalani pernikahan, sehingga mereka pun mendapatkan ketenangan psikologis, pikiran dan jiwanya menjadi tenang dalam menjalani studi, yang menciptakan iklim kondusif bagi mereka dalam studi.
Maka, kewajiban para pemuda yang terpaku dengan alasan di atas, hendaknya mempertimbangkan kembali untuk sekian kalinya, agar mereka mengoreksi kesalahan (dengan menunda pernikahan karena alasan studi). Bertanyalah kepada kawan-kawan yang telah menikah. Mereka telah mendapatkan kebaikan dan ketenangan melalui pernikahan. Dengan demikian permasalahan di atas menjadi tuntas.
(Adh Dhiya' al Lami' 3/56, Cetakan Jamiah al Islamiyah Madinah, Th. 1423 H).

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XI/1427H/2006M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl9 Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
Oleh:Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin Rahimahullah

Perilaku seks bebas di kalangan remaja makin meprihatinkan. Kasus video mesum yang dilakukan pelajar SMP Negeri Jakarta dalam lingkungan sekolah Oktober lalu, menunjukkan secara kasat mata betapa seks bebas telah begitu menggejala di dunia remaja kita. Apalagi peristiwa memilukan dan memalukan bukan pertama kali terjadi. Pertengahan tahun ini, masyarakat juga dibuat terkejut dengan kasus pelajar SMP di Surabaya yang menjadi mucikari untuk kawan-kawannya sendiri. Pelaku menawarkan siswi-siswi, yang merupakan teman sekolahnya, kepada lelaki hidung belang untuk menjadi PSK, jelas sebuah tindakan yang sama sekali bertentangan dengan tujuan pendidikan. Kondisi ini makin menguatkan hasil survei yang dirilis Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa 32% remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Tingginya angka perilaku seks bebas berimbas pada bertambahnya jumlah pengidap HIV/AIDS di kalangan remaja. Berdasar data resmi Kementerian Kesehatan RI, pada triwulan kedua tahun 2011, secara kumulatif jumlah kasus AIDS tercatat sebanyak 26.483. Dilihat dari kelompok umur, pengidap terbesar pada kelompok umur 20-29, sebanyak 36,4% disusul dengan kelompok umur 30-39 tahun sebesar 34,5%.

Sementara itu, demi mengerem wabah penyebaran virus HIV, pemerintah melalui Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bersama DKT Indonesia dan Kementerian Kesehatan akan menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) pada 1 Desember hingga 7 Desember mendatang. Disebutkan, akan ada pembagian kondom secara gratis pada acara tersebut. Tindakan ini harus ditentang, karena alih-alih menjadi solusi, program kondomisasi justru akan menyuburkan perilaku seks bebas. Para pelaku seolah justru mendapat pembenaran untuk melakukan perzinaan yang penting dengan menggunakan kondom.

Harus ditegaskan disini, bahwa sesungguhnya maraknya pergaulan bebas adalah bukti rusaknya tata pergaulan di kalangan remaja pada khususnya dan di tengah masyarakat pada umumya karena seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja tapi juga mereka yang telah berusia lebih tua. Dan rusaknya tata atau sistem pergaulan tidak lain adalah buah langsung dari sistem sekularisme – kapitalisme, serta akibat dari sistem sistem pendidikan yang jauh dari ajaran Islam.

Darinya lahir para pelajar yang bergaya hidup materialis dan hedonis, yang mengagungkan kebebasan. Sementara budaya sekuler liberal sebagaimana tampak pada musik, film, fashion dan lainnya mendorong munculnya berbagai rangsang seksual melalui berbagai media yang dengan mudah bisa diakses oleh para pelajar. Semua itu, ditambah dengan kemudahan akses internet, telah berdampak sangat serius pada kerusakan generasi.

Berkenaan dengan itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan, bahwa pergaulan bebas harus menjadi musuh bersama karena tata pergaulan semacam inilah yang telah menimbulkan kerusakan-kerusakan lainnya pada remaja seperti hamil sebelum nikah, putus sekolah, tingginya pengidap HIV/AIDS di kalangan remaja dan lainnya. Oleh karena itu harus ada upaya serius untuk memerangi gaya hidup gaul bebas.

Hal ini bisa dilakukan dengan membenahi dan menerapkan 3 pilar penopang gaul sehat atau gaul yang Islami, yaitu:
  1. Pilar INDIVIDU. Harus dibangun dan diperkuat keyakinan hidup (iman dan takwa) dan kepribadian di kalangan remaja dan pelajar. Seorang remaja muslim yang beriman kepada Allah SWT dan taat pada segenap aturanNya serta percaya akan adanya hisab dan azab dari sang Pencipta, pastinya akan berusaha bergaul secara sehat, mengikuti batas-batas yang telah ditetapkan oleh syariah Islam dan tidak akan berani melakukan perbuatan dosa, pergaulan bebas, khalwat, ikhtilat apalagi sampai berzina
  2. Pilar MASYARAKAT. Harus didawamkan kebiasaan saling menasihati, beramar ma’ruf nahyi munkar (dakwah Islam) sebagai sebuah kewajiban, khususnya di kalangan remaja dan pelajar, sehingga jika menemui anggota masyarakat yang melakukan kemaksiatan seperti tindak mendekati zina apalagi berzina, tidak dibiarkan tapi dinasihati atau dilaporkan kepada yang berwajib.
  3. Pilar NEGARA. Negara harus menumbuh kembangkan budaya gaul sehat dengan menetapkan aturan yang jelas dan tegas dalam tata pergaulan. Juga harus tegas menindak setiap pergaulan bebas dalam bentuk apapun, menutup berbagai industri dan media berbau pornografi yang memicu pergaulan bebas, dan jangan ragu-ragu pula mengganjar para pelaku pergaulan bebas dengan sanksi yang setimpal.

Karena itu, harus ada upaya bersama secara sungguh-sungguh untuk menghancurkan sistem sekuler yang telah melahirkan kerusakan pergaulan dan menegakkan sistem Islam dalam Khilafah yang akan melindungi moralitas remaja dan bangsa ini serta mengikis dengan tuntas segala bentuk kemaksiatan yang merajalela di tengah masyarakat sehingga keberkahan dari Sang Pencipta niscaya akan didapatkan. Allah swt berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-Anfal [8]: 24)

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Tersebutlah seorang gadis, dia wanita karier. Pegawai di sebuah instansi. Terkesan sang ayah ingin menguasai hartanya. Sang ayah sebagai walinya selalu menolak setiap pinangan laki-laki yang hendak menikahinya. Baik karena sebab atau tanpa sebab, semua ditolak mentah-mentah. Sampai berlalu bertahun-tahun lamanya. Hingga dia memasuki usia cukup tua, tidak lagi menjadi arah lirikan kaum lelaki. Tidak disangka, ternyata sang wanita menahan rasa sakit hati mendalam karena sikap orang tuanya. Namun dia tetap berusaha menjadi anak yang berbakti.

Suatu ketika dia sakit karena tekanan batin yang dia alami. Tekanan batin akibat kedzaliman orang tua, yang selalu menolak setiap lelaki yang datang melamarnya. Sakitnya semakin parah, hingga akhirnya dia harus opname di rumah sakit. Setelah menjalani perawatan yang cukup lama, dengan takdir Allah, kematian menjemputnya. Namun tekanan batin itu semakin membesar dan tak tertahankan. Di detik terakhir itulah dia meluapkan perasaannya. Dia panggil ayahnya,
“Wahai ayahku.., ucapkanlah amiin..” dengan sigap, sang ayah mengikutinya, “Amiin..” “Wahai ayahku.., ucapkanlah amiin..” dia mengulangi. “Amii..n” sambut sang ayah. Hingga dialog singkat ini diulang sebanyak tiga kali. Selanjutnya sang anak membaca doanya: “Saya memohon kepada Allah, agar Dia menghalangi ayah dari surga, sebagaimana ayah menghalangiku untuk menikah..!” Kemudian dia menemui ajalnya. (Dzulmul Mar’ah, hlm. 51)
Innaa lillahi wa inna ilaihi raajiuun. Musibah besar yang dialami sang ayah yang dzalim.

Kisah ini bukan untuk ditiru. Baik untuk pelaku maupun korban. Karena jelas keduanya merugikan. Hanya saja anda bisa bayangkan, apa keuntungan sang ayah dengan menolak sekian pinangan lelaki untuk putrinya. Kriteria lelaki seperti apa yang dia inginkan untuk bisa mendampingi putrinya. Mengapa dia tidak mengaca pada dirinya yang penuh kekurangan, sementara dia diterima untuk menjadi suami bagi wanita yang menjadi ibu anaknya.

Ada beberapa orang yang bertanya, kita sering mendengar istilah anak durhaka, untuk menyebut anak yang tidak mengikuti perintah atau melanggar larangan orang tua. Lalu bagaimana dengan orang tua. Adakah orang tua durhaka?
Jawabannya: ada. Tapi istilahnya bukan durhaka. Orang tua yang dzalim. Anak durhaka Vs orang tua dzalim. Sebagaimana istri durhaka, kebalikannya, suami dzalim.

Mereka bisa saling mendzalimi. Bawahan mendzalimi atasan, sebaliknya, atasan mendzalimi bawahan. Ini semua bisa terjadi karena sebab: ketika mereka tidak menunaikan hak dan kewajiban sebagaimana mestinya.

Perintah Allah untuk Menikahkan Orang Lain

Allah memerintahkan orang yang sudah menikah untuk turut mensukseskan terbentuknya pernikahan orang lain. Jika dia wali, maka dia berkewajiban menikahkan para wanita yang berada di bawah kewaliannya dengan mencarikan calon suami yang baik. Demikian pula ketika anaknya laki-laki. Orang tua harus memberikan izin kepada putranya untuk menikahi wanita pilihannya, selama tidak ada madharat yang merugikan dirinya atau keluarganya setelah menikah.

Allah berfirman,
Kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. An-Nur: 32).
Makna : “orang-orang yang sedirian” adalah orang-orang yang belum menikah, baik laki-laki maupun perempuan.

Ibn Abbas mengatakan,
Allah memerintahkan kepada para wali dan kepala keluarga untuk menikahkan setiap orang yang belum menikah, yang berada di bawah kewaliannya, baik laki-laki maupun perempuan, gadis maupun janda. Kewajiban keluarga dan wali anak yatim untuk menikahkan setiap anak yang siap menikah, yang wajib dia nafkahi.. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 567).
Imam Ibn Utsaimin mengatakan,
Aku nasehatkan kepada para bapak (kepala rumah tangga), terkait putra – putri mereka, bertakwalah kepada Allah dalam mengurusi mereka. Karena ketika bapak mampu menikahkan putranya maka dia wajib menikahkannya, sebagaimana dia wajib memberi pakaian, memberi makan, minum, tempat tinggal kepadanya, dia juga wajib menikahkannya. (Al-Liqa as-Syahri, volume 28, no. 2)
Penuhi hak mereka untuk menikah, sebagaimana anda memenuhi hak mereka untuk hidup dengan layak.

Allahu a’lam
Dzulmul Mar’ah, hlm. 51 (Diterjmahkan oleh Ustadz Ammi Nur Bait)
Sumber: www.KisahMuslim.com

Nas-nas Ilahi memberikan garansi mutlak bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Bahkan sebaliknya, seberapapun harta yang diinfakkan di jalan Allah pasti akan diganti dengan yang lebih baik.
“...Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (Qs Saba’ 39).
Rasulullah SAW bersabda, Allah Ta'ala berfirman: "Wahai anak Adam berinfaqlah, niscaya Aku akan berinfaq kepadamu" (hadits qudsi, muttafaq 'alaih).
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah berpagi hari hamba-hamba itu kecuali akan turun dua malaikat (ke muka bumi). Salah seorang di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang bersedekah.” Sedangkan yang satu lagi berkata, “Ya Allah, musnahkanlah harta orang yang menahan hartanya tak mau bersedekah” (HR Bukhari dan Muslim).
Maka bersedekahlah agar menjadi alasan bagi Allah untuk melipatgandakan harta anda. Perbaiki niat sedekah, rawat dan siramilah pahalanya, seperti kisah nyata yang dialami oleh Drs H Mulyadi MMA, Direktur Utama PT Zebra Nusantara TBk Surabaya yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Steady Safe Tbk berikut:

DENGAN langkah gontai dan lemas, Mulyadi keluar dari kantor sebuah bank yang terletak di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat, Jumat sore di bulan September. Ia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Pihak bank memintanya untuk kooperatif, karena Senin atau Selasa, kantor pelelangan akan menyita seluruh asetnya.

''Jumat itu, saya diminta pihak bank untuk segera kooperatif atas kedatangan kantor pelelangan bahwa Senin atau Selasa akan datang untuk menyita asset saya. Kantor pelelangan tersebut akan mencoba menyelesaikan masalah saya dengan konsep dilelang,'' tutur Mulyadi mengawali kisahnya.

Selain bekerja di suatu perusahaan, suami dari Nurasiah Jamil ini membuka usaha sendiri. Posisi terakhir yang dijabatnya adalah Direktur Utama PT Zebra Nusantara TBk, perusahaan transportasi terbesar di kota Surabaya. ''Dari kesulitan-kesulitan makro berimbas kepada kesulitan termasuk perusahaan yang saya kelola. Akumulasi kesulitan itu berakibat terhadap terancamnya aset-aset yang saya miliki, ujarnya. Nilai aset itu hampir Rp 2 miliar, dan akumulasi utang hampir Rp 3 miliar.

Dan, untuk kali pertama dalam hidupnya, pria kelahiran Bogor 2 November 1970 yang pernah menjabat Direktur Utama PT Steady Safe Tbk ini menggunakan kendaraan umum untuk mengantarkannya ke tempat tujuan. Jujur saja, selama ini Mulyadi ke manapun selalu menggunakan sopir. ''Akhirnya saya naik Busway karena itu kendaraan yang saya lihat berlalu lalang. Pertama kali saya naik bis ya itu dari depan hotel Mandarin menuju Al-Azhar. Saya shalat Maghrib di situ saya lihat dan mendengar publikasi dari pengurus masjid tentang adanya tausiah.''
...Allah mengintervensi kehidupan manusia selama ia berada di jalan-Nya. Jika kita bersedekah, ternyata itu yang mengundang intervensi Allah lebih cepat lagi...
Ia pun beriktikaf di Masjid Agung Al-Azhar hingga waktu Isya tiba. Setelah shalat Isya berjamaah Mulyadi mengikuti pengajian yang malam itu menampilkan dai muda Ustadz Yusuf Mansur sebagai penceramah. ''Saya terkejut, ketika dalam tausiyah mengatakan, 'Mungkin di antara jamaah yang hadir di sini adalah orang yang tidak sama sekali berniat untuk datang ke Al Azhar bahkan mendengarkan tausiyah dari saya. Tapi, jamaah tersebut saat ini sedang dilanda kesulitan yang luar biasa,'' ungkap Mulyadi menirukan.

Intinya, sang ustadz mengatakan bagaimana cara mengatasi kesulitan dan mengharapkan pertolongan Allah. Caranya adalah dengan bersedekah, dan lebih utama adalah menyedekahkan harta benda yang paling dicintainya.

Tanpa pikir panjang, Mulyadi pun mengikhlaskan jam tangan merek Bvlgari yang melingkar di tangannya seharga 3.000 dolar AS untuk disedekahkan. ''Waktu itu, yang paling berharga hanya jam tangan karena di dompet hanya ada uang Rp 110 ribu. ATM saldonya sudah sangat minimum, Kartu Kredit sudah over limit. Waktu itu saya pikir kalau saya sedekahkan Rp 100 ribu uang saya tinggal Rp 10 ribu.

Sejenak ada rasa berat. Jam tangan itu memang tipe jam yang diidam-idamkannya dari dulu. Namun ia segera menepisnya. Saat dilelang, jam itu dibeli seorang jamaah seharga Rp 200 ribu.

...Sepulang dari masjid Mulyadi berada di puncak kepasrahan tertinggi selama hidupnya...

Sepulang dari masjid Mulyadi merasa enteng. Ia berada di puncak kepasrahan tertinggi selama hidupnya. Ia siap untuk menerima keputusan apapun, termasuk hilangnya semua aset yang dimilikinya.

Tak lama kemudian, teleponnya berdering. Jauh sebelum krisis mendera dirinya, ia pernah mengajukan sebuah proposal proyek kepada sebuah lembaga. Suara telepon di seberang sana menanyakan proposalnya dulu, apakah berminat untuk meneruskan atau tidak. “Allah menggerakkan hatinya untuk mengakomodasi proposal saya,” kisahnya penuh suka cita.

Senin, hanya berselang dua hari setelah menyedekahkan jam Bvlgari-nya, Mulyadi diminta datang ke kantor rekannya bersamaan dengan rencana eksekusi lelang. Mereka sepakat bekerja sama.

Tak sampai seminggu, ia sudah meneken surat perjanjian kerja sama. Uang muka honorarium segera dikirim ke rekening, begitu kata mereka. Di hari batas terakhir ia harus melunasi hutangnya, ia pergi ke bank. “Subhanallah, sudah ada jumlah uang yang sangat lebih dari cukup untuk menyelesaikan semua kewajiban saya,” ia berkisah dengan mata berbinar.
...Inilah pengalaman batin yang paling berkesan sepanjang hidup Mulyadi. Apa yang kita sangka, tak selalu seperti itu yang Allah kehendaki...
Ia tak akan pernah melupakan kisah itu. ''Inilah pengalaman batin yang paling berkesan sepanjang hidup saya. Apa yang kita sangka, tak selalu seperti itu yang Allah kehendaki.

Ia pun teringat, boleh jadi, keajaiban itu datang karena sebelumnya ia berikhtiar, berdoa tanpa putus, ibadah puasa Senin-Kamis, shalat dhuha setiap hari, iktikaf di masjid, dan selalu mendoakan orang tua.

Mulyadi bersyukur Allah memberinya kesulitan hidup, karena itu adalah momentum untuk melihat keperkasaan Allah. Allah mengintervensi kehidupan manusia selama manusia berada di jalan Allah dan mengikhtiarkan sesuatu yang benar-benar mengharap ridha Allah total tidak berkehendak atau tidak tergantung selain Allah. ''Jika kita bersedekah, ternyata itu yang mengundang intervensi Allah lebih cepat lagi,'' tandas Mulyadi berfilosofi. [aahmad hizbullah/rpb/voa-islam]
Fitrahnya perempuan dan lelaki memang berbeda. Bukan hanya secara fisik, namun juga pemikiran, cara berbicara, cara makan, cara menyelesaikan masalah dan beragam proses kehidupan lain. Bukannya membandingkan perbedaan kapasitas dan kualitas perempuan dan lelaki, hanya bercerita sebagian kecil yang baru saya tahu dan belajar pahami dari pasangan hidup saya.

Saat mendapatkan proposal nikah si dia (baca: suami) saya terkejut. Rasanya seperti membaca proposal saya sendiri. Banyak persamaan yang saya dapati di sana. Misalnya tanggal dan bulan kelahiran kami sama, 15 Juli-beda tahun saja. Karakter yang ‘terbaca’ dalam biodata pun mirip. Visi-misi keluarga, itu juga gak beda jauh. Konon jodoh itu, belom kenal saja sudah klik.

Berangkat dari prasangka persamaan di banyak hal, saya pikir kami setipe. Pasti mudah mengayuh biduk dan menyelaraskan perjalanan ke depan. Ternyata benar, kami BERBEDA. Bukan perbedaan pada hal-hal esensial dalam pernikahan sih, CUMA masalah perbedaan cara pandang. Akhirnya, saya-kami benar-benar harus saling berkenalan lebih lanjut, tidak cukup perkenalan di rumah guru mengaji yang cuma 1,5 jam itu. Dan perkenalan ini memang harus terus dijalani sepanjang usia pernikahan, agar engkau makin memahami pasanganmu. Agar masing-masing dari kita menjadi ‘pakaian’ bagi pasangan kita. Agar sakinah itu benar-benar menentramkan rumah cinta kita

Kebanyakan pengantin baru pasti tidak lepas dari problem ini, komunikasi dan menyelaraskan diri satu sama lain. Ini perkara proses dan tidak bisa instan macam mie keriting siap seduh. Butuh kemauan untuk menerima pasangan kita satu paket, kelebihan plus kekurangannya, tunai! Butuh kelapangan untuk bisa mengenal lebih jauh agar bisa saling memahami satu sama lain. Seperti halnya saat mendapat amanah, butuh pundak lebih kuat, butuh kaki lebih kokoh, hati lebih lapang dan pikiran lebih jernih, bukan menyalahkan amanah tersebut.
Saya benar-benar harus mengingat lagi isi buku Mars and Venus yang saya baca tempo dulu zaman remaja. Buku psikologi suami-istri juga cocok buat dibaca. Agar kita saling mengerti. Kenal itu butuh ilmu, agar perlakuan kita terhadap pasangan itu pas-kena di hati. Apalagi buat pasangan macam saya yang gayanya membangun cinta, butuh usaha untuk menghadirkan cinta tersebut dan meng-upgradenya. Meski kadang, banyak hal-hal di luar dugaan yang membuat kita (selalu) jatuh cinta pada pasangan.

Sesuatu yang bagi perempuan suatu kebutuhan, bisa jadi bagi dia “Emang penting ya?”. Perempuan acapkali menganggap penting hal remeh temeh, lelaki sebaiknya memahami ini. Karena dari hal tidak penting dan remeh konflik kecil bakal menghiasi hari-hari kita. Bagi lelaki cukuplah cinta itu diwujudkan dari tanggungjawab dan kesetiaannya sebagai seorang suami, tak melulu soal kata I love you. Sementara perempuan adalah makhluk yang ingin dihujani sejuta perhatian dari pasangannya. Buatnya, kata-kata cinta, perhatian pada hal-hal kecil (yang tidak penting bagi lelaki), cara memandang, cara memanggil, cara menggenggam tangan, isi sms dan beragam list sepele lain adalah wujud cinta yang ingin ia dapatkan dari suaminya.
Sisi lainnya, lelaki terbiasa fokus pada satu hal, perempuan memiliki cara pandang menyebar. Wajar saja, saat si dia menulis sms, dia tidak bisa diganggu gugat, tidak nyambung diajak ngobrol dan suka ‘amnesia’ jika di sebelahnya ada istrinya. Perempuan sebaliknya, ia benar-benar multi task, saat menelpon, dia bisa sambil menyetrika, sambil memasak, sambil menyapu, sambil nulis, juga sambil ngobrol dengan orang lain di sampingnya.
Belum lagi type lelaki yang macam karet gelang. Ada pada masa tertentu dia akan menjauh dan menutup diri, masuk ke gua. Memikirkan masalah yang dihadapinya dan mengumpulkan energi lebih. Ia akan lebih banyak diam dan berbicara ke dalam hatinya sendiri. Perempuan tentu saja gak bisa dicuekin kayak gini-apalagi yang gak paham perbedaan psikologi lelaki-perempuan. Parahnya, semakin si perempuan mengeluarkan beragam jurus untuk menarik perhatian suaminya di masa ini, lelaki justru makin senewen. Toh kalau pikiran si lelaki dah fresh, dia bakal balik ke sisi pasangannya. So, sabar saja ya para istri kalau mendadak suami diam dan menjauh, yakinlah ia hanya butuh sendiri sejenak untuk melapangkan hatinya.

Beda dengan gaya perempuan yang harus berbicara-bercerita-mengeluarkan suara untuk mengurangi beban masalahnya. Bukan bermaksud mengeluh sebenarnya ketika seorang istri bercerita tentang kerjaannya di rumah, ia cuma minta diperhatiin kok. Semakin si istri merasa dipahami suaminya, makin banyak keluhan yang ia utarakan. Tidak heran, ada anggapan kalau perempuan itu cerewet. Nyatanya? Emang iya! Tapi itu hanya di rumah, bagi perempuan, rumah adalah tempat paling nyaman untuk menjadi diri sendiri dan menceritakan semuanya, sementara lelaki, ia adalah makhluk cerewet di luar rumah, luar rumah baginya adalah arena untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Tidak ada salahnya para suami jadi pendengar yang baik bagi istrinya, walau cuma, “hmm”, “trus”, “owh”, insya Allah membuat rumah terasa lebih ramai.

Beberapa hari kemarin, saya merasa tidak nyambung dengan si dia. Pas dikomunikasikan, dianya merasa fine-fine ssaja. Katanya, tak berkurang sedikit pun cintanya pada saya, halah! Di sinilah saya belajar mengkomunikasikan perasaan saya, terutama ketika ada beberapa hal yang bagi saya mengganjal. Benar kata suami saya, perempuan itu suka menyimpulkan sendiri suatu hal berdasarkan perasaannya saja. Tadi benci, sekarang cinta, perasaan itu begitu mudah berbolak-balik hanya dalam hitungan menit. Konon, lelaki itu menggunakan 9 akal dan 1 perasaan sementara perempuan mengoptimalkan 9 perasaan dan 1 akal, kalau sedang tidak nyambung, komunikasikanlah dengan santun.

Well, setelah nikah saya baru benar-benar sadar maksud dari lagu Maidani kalau perempuan itu diibaratkan kaca yang berdebu. Begitulah fitrahnya, ia adalah bagian dari tulang rusuk teratas yang bengkok. Ketika kau paksa luruskan, ia akan patah. Take care please sebagaimana Rasulullah saw contohkan dalam berumah tangga. Sebaik-baiknya lelaki adalah yang bersikap lemah lembut terhadap keluarganya. Perlakukan pasangan kita seperti yang ia butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Dan saya bersyukur sekali mendapatkan suami yang begitu luar biasa. Ia selalu mencoba memberikan yang terbaik pada keluarga. Semoga Allah membalas setiap kebaikannya dengan surga. (dakwatuna)

Oleh:Ochikohumair


BULAN Dzulhijjah selalu identik dengan Idul Adha, dan itu berarti ada sebuah ibadah yang Allah swt. perintahkan di dalamnya. Memotong hewan qurban, itulah salah satu bentuk ketaatan hamba kepada Rabb-Nya. Allah swt. berfirman:
“Maka dirikanlah sholat untuk Robbmu dan berqurbanlah (untuk Robbmu).” (QS. Al-Kautsar: 2).
Berqurban berasal dari bahasa arab yang berarti mendekatkan diri. Qurban sendiri berasal dari kata Qorroba-Yuqorribu-Qurbaanan. Tentu mendekatkan diri dimaksudkan untuk hamba kepada sang Khaliq, sebuah cara pendekatan diri, penghambaan, ketaatan dan kesyukuran.

Kemudian dalam Surat Al-An’am ayat 62 Allah berfirman:

“Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadah (qurban)ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Robb semesta alam.”

Dan dalam hadits, Rasulullah saw. bersabda:

Dari Anas ra., “Nabi saw. pernah berqurban dengan dua ekor kambing berwarna belang dan bertanduk.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Pada dasarnya, jika dilihat dari penggunaan kata berqurbanlah yang termasuk dalam jenis kata perintah maka kedudukannya menjadi sebuah kewajiban seperti halnya shalat dan shaum di bulan Ramadhan. Namun sama halnya dengan ibadah haji, Allah Maha Mengetahui kadar kemampuan setiap hamba-Nya. Berqurbanlah jika mampu.

Lebih jelasnya mengenai hukum qurban ini ada dua pendapat, pendapat pertama mewajibkan, inilah pendapat yang dianut oleh Imam Hanafi. Pendapat yang kedua menyatakan bahwa hukum berqurban adalah sunnah muakkadah, dengan menggunakan dalil hadits Ummu Salamah dalam Shohih Muslim bahwa Nabi saw. berkata:

“Apabila telah masuk sepuluh hari (awal bulan Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin berqurban, maka janganlah dia menyentuh (dengan menggunting atau mencabut) sesuatupun dari rambut dan kulitnya.”

Sisi pendalilannya adalah bahwa Rasulullah sAW. menyerahkan ibadah tersebut kepada orang yang berkeinginan untuk berqurban.
Juga ada atsar dari beberapa shahabat ra-, diantaranya Abu Bakar, Umar dan Abu Mas’ud, diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan lainnya dengan sanad shahih, bahwa mereka pernah meninggalkan ibadah qurban sedangkan mereka dalam keadaan mampu untuk berqurban, dengan tujuan supaya orang-orang tidak meyakini wajibnya berqurban. (“Fathul ‘Allam:” 5/517)
Tapi inti dari kedua pendapat ini adalah bahwa berqurban disyariatkan kepada orang yang mampu, berdasarkan hadits Rasulullah saw. Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
”Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih qurban, janganlah mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).
Adapun yang tidak mampu tidak disyariatkan berqurban, bahkan merekalah yang berhak menerima daging qurban. Meskipun begitu, tidak ada larangan untuk orang yang tidak mampu menyembelih hewan qurban. Misalnya saja, seseorang yang tidak mampu itu berusaha dengan cara menabung, menyisihkan sedikit penghasilannya untuk berqurban maka ini lebih baik. Wallahu a’lam bish-showwaab. (islampos)
Al-Hamdulillah, segala puji bagi. Shalawat dan salam atas Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga, dan para sahabat.

Salah satu bentuk karunia Allah Ta'ala bagi para hamba-Nya, dijadikan bagi mereka beberapa musim untuk meningkatkan ketaatan, memperbanyak amal shalih, dan saling berlomba untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Orang yang berbahagia adalah orang yang memperhatikan musim-musim tersebut tanpa membiarkannya berlalu begitu saja. Sebaliknya orang yang sengsara jika menelantarkan kesempatan-kesempatannya untuk sesuatu yang sia-sia.

Di antara musim-musim ketaatan ini adalah 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan, hari-hari tersebut adalah hari-hari dunia yang paling utama. Oleh karenanya, beliau menganjurkan untuk memperbanyak amal shalih di dalamnya.

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga telah bersumpah dengannya. Dan sebenarnya ini saja sudah cukup untuk menunjukkan kemuliaan dan keutamaan hari-hari tersebut. Karena Dzat yang Maha Agung tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung. Allah Ta'ala berfirman,

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِي هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ

"Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal." (QS. Al-Fajr: 1-5)

Cara Menyambut Kedatangan Hari-hari Tersebut

Seorang muslim seharusnya mengisi setiap waktunya dengan ketaatan. Agar saat datang kesempatan istimewa dia mampu mengisinya dengan amal-amal kebaikan yang lebih. Karena balasan terbaik dari ketaatan adalah diberi tambahan hidayah untuk mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Allah Ta'ala befirman,

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan." (QS. Yunus: 9)

Perpaduan antara iman dengan konsekuaensi dan tuntutannya, berupa amal shalih, -yang mancakup amal zahir dan batin- yang dikerjakan dengan ikhlas dan mutaba'ah (mengikuti sunnah) akan menjadi sebab datangnya hidayah, "mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya". Maksudnya: Dengan adanya iman yang benar dalam diri mereka tersebut, Allah membalas dengan pahala teragung untuk mereka, yaitu hidayah. Sehingga Allah mengajarkan kepada mereka apa saja yang berguna untuk mereka dan menganugerahkan amal-amal shalih yang menetas dari hidayah itu. (Disarikan dari Tafsir Taisir al-karim al-Rahman, milik Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa'di)

Oleh karenanya, menyambut musim ketaatan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah hendaknya kita memperhatikan beberapa kiat-kiat berikut ini:

1. Taubat yang tulus

Seorang muslim menyambut musim ketaatan dengan taubat yang tulus dan tekad yang kuat untuk kembali kepada Allah dengan mengerjakan ketaatan-ketaatan. Melaluinya, diharapkan dia akan mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat.

Allah Ta'ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. An-Nuur: 31).

2. Tekad kuat untuk memanfaatkan hari-hari ini

Seorang muslim sepantasnya bersemangat memanfaatkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dengan ucapan mulia dan amal-amal shalih. Dan siapa yang bertekad melaksanakan kebaikan, Allah pasti membantunya dan menyiapkan sebab-sebab yang memudahkannya untuk menyempurnakannya. Dan siapa yang membenarkan janji Allah, maka Allah akan membantunya untuk merealisasikannya.

Allah Ta'ala berfirman.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ankabut: 69)

3. Menjauhi perbuatan maksiat

Kalau ketaatan adalah jalan mendekatkan diri kepada Allah, maka sebaliknya, maksiat merupakan jalan yang menjauhkan seseorang dari Allah dan rahmat-Nya. Terkadang seseorang tidak mendapatkan rahmat Allah disebabkan dosa yang dikerjakannya. Jika Anda berharap diampuni dosa dan diselamatkan dari neraka maka jauhilah perbuatan maksiat, khusunya pada hari-hari ini. Dan siapa yang memahami apa yang dicarinya maka dia akan mudah berkorban untuknya.

Penutup

Saudaraku, sepuluh hari pertama Dzulhijjah sebentar lagi akan mendatangi kita. Satu atau dua hari lagi kafilah mulia itu akan tiba. Sudah sepantasnya kita bersiap diri untuk meraih karunia-karunia Allah di dalamnya. Bersemangatlah untuk memanfaatkan hari-hari tersebut. Mulailah dengan membiasakan amal-amal shalih agar saat dia tiba kita sudah siap dan terbiasa menjalankan kebaikan. Jangan telantarkan kesempatan tersebut dengan perbuatan yang sia-sia, apalagi yang jelas perbuatan dosa. Sesungguhnya manusia yang merugi adalah yang tidak memanfaatkan kesempatan yang diperolehnya. Hadaanallaah wa Iyyakum Ajma'in!.

Oleh: Badrul Tamam /voa-islam.com
APA yang Anda rasakan ketika tengah ‘datang bulan’? Berjuta rasanya, macam-macam. Mulai dari lebih mudah marah, nafsu makan hilang atau sebaliknya malah inginnya mengunyah makanan terus menerus.


Ada juga yang mengeluh sering tidak konsen atau fokus melakukan apapun. Inilah yang dinamakan premenstrual syndrome. Mau apa-apa jadi terasa susah. Bad mood, memang harus diatasi. Berikut ini adalah tips untuk menghalau “bad mood” yang mengganggu produktivitas dan kreativitas kita.

1. Olahraga


Dengan melakukan gerakan-gerakan olahraga hingga berkeringat, zat endorphine akan dikeluarkan oleh tubuh. Pengeluaran zat kimia alami tubuh ini membuat tubuh merasa nyaman karena zat ini tergolong zat yang bersahabat buat otak dan juga dapat menghilangkan rasa sakit. Itulah kenapa orang yang senang olahraga selalu terlihat fit dan happy.

2. Tertawa

Tertawa untuk alasan yang tidak lucu dan sendirian kadang susah dilakukan. Tetapi tidak berarti tidak bisa. Jika memang tidak ada obyek yang bisa membuat kita tertawa, paksakanlah untuk tertawa. Ambil cermin, lihat diri sendiri dan tertawalah. Tidak perlu berpikir bahwa kita sedang melakukan hal konyol. Katakan bahwa kita sedang mengendalikan perasaan tidak enak dalam diri kita. Orang bijak bilang “orang yang sehat adalah orang yang mampu menertawai dirinya sendiri.”

3. Relaksasi

Relaksasi banyak macamnya. Ada yang membayangkan suasana pantai yang indah dengan empasan ombak dan embusan angin menerpa wajah. Atau membayangkan suasana pegunungan yang hijau asri dengan bunyi air terjun yang menerpa batu-batu. Atau membayangkan apa saja yang kita sukai. Ada juga relaksasi otot, yaitu dengan menegangkan dan mengendurkan otot-otot. Coba tegangkan otot-otot di tubuh kita, rasakan otot yang menegang itu. Lalu kendurkan perlahan-lahan. Rasakan bedanya ketika dalam keadaan tegang dan kendur.

4. Menangis


Menangis, salah satu cara mengurangi ketegangan. Dengan menangis, zat-zat yang tidak baik buat otak seperti adrenalin yang menyebabkan ketegangan dan kecemasan bisa berkurang karena ikut keluar bersama air mata sehingga kita akan merasa baikan.

5. Berpikir positif


Perasaan-perasaan negatif umumnya berasal dari pikiran negatif. Apa yang kita pikirkan akan memengaruhi perasaan kita. Maka, untuk mengubah perasaan-perasaan negatif itu kita bisa melakukannya dengan mengubah isi pikiran kita. Pikiran-pikiran negatif digeser ke pikiran yang positif. Misalnya dengan mengingat hal-hal yang menyenangkan. Bisa juga dengan mengingat impian-impian atau cita-cita kita.

6. Curhat

Pergilah ke salah satu teman atau temu suami Anda dan berceritalah. Dengan bercerita, beban kita akan terkurangi. Pilihlah orang yang benar-benar bisa kita percayai dan bisa mendengarkan sehingga kita merasa aman untuk bercerita. Ceritakan apa yang membuat kita bad mood.

7. Tidur

Dari beberapa tips di atas, kita bisa coba semuanya lalu tentukan mana yang lebih efektif buat kita. Dengan begitu kita tidak akan lagi dikuasai oleh emosi-emosi negatif sehingga kita tidak perlu bad mood lama-lama.

Jangan lupa iringi dengan amal sholeh yang masih bisa dilakukan saat haid, seperti shodaqoh, mendengarkan bacaan al-Quran, atau membaca buku. Bisa juga dengan menyendiri beberapa saat, karena terkadang diri kita ini membutuhkan waktu untuk merenung dan menyendiri. Biasa disebut dengan me time.

[hf/islampos/rki]
Keluarga harmonis adalah dambaan semua orang. Siapapun yang menikah dan membentuk bahtera rumah tangga, berharap akan bisa memiliki keluarga yang harmonis. Namun banyak orang memahami makna harmonis secara berlebihan, sehingga seakan-akan tidak mentolerir adanya perbedaan, pertengkaran, dan konflik antara suami isteri sama sekali. Keluarga harmonis dipahami sebagai keluarga yang tanpa perbedaan dan tanpa pertengkaran.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata harmonis memiliki makna pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian. Dalam konteks keluarga, kata harmonis dekat dengan makna keselarasan dan keserasian antara suami, isteri dan seluruh anggota keluarga. Selaras dan serasi, menunjukkan suatu kesamaan tujuan dan cita-cita, walaupun kondisinya tidak selalu sama. Mungkin saja ada hal yang berbeda, namun perbedaan terbingkai dalam keselarasan dan keserasian.

Kapan kita mengatakan pakaian yang dikenakan seseorang sebagai serasi? Apakah karena warnanya sama? Seorang lelaki muda mengenakan sepatu, celana panjang, hem, dasi, jas dan topi dengan warna yang sama. Warna hitam semua, atau merah semua, atau putih semua, itukah serasi?

Bahkan anda akan sulit menilai penampilan lelaki muda tersebut, apabila semua yang dikenakan memiliki warna yang sama. Justru penampilan dikatakan serasi apabila ada perbedaan, namun beda yang serasi. Misalnya ia mengenakan sepatu berwarna hitam, kaus kaki abu-abu, celana panjang hitam, kemeja warna putih, jas hitam, dasi merah tua, dan peci berwarna hitam. Ada banyak warna yang dikenakan, namun justru itu yang membentuk makna serasi.

Perbedaan Adalah Unsur Keserasian

Karena salah satu makna keharmonisan adalah keserasian, maka perbedaan justru menjadi salah satu unsur terpenting di dalamnya. Jangan berharap suami dan isteri akan sama dalam semua hal, karena sejak dari awalnya memang tidak sama. Kesamaan mereka terjadi dalam hal yang prinsip, seperti kesamaan visi keluarga, kesamaan tujuan berkeluarga, kesamaan keyakinan hidup. Namun dalam berbagai sisi praktis, suami dan isteri tidak perlu sama.

Dalam konferensi tahunan British Psychological Society 2012, di antara tema yang menjadi pembahasan adalah perbedaan fisiologis dan biologis laki-laki dan perempuan. Para ahli mengupas beberapa perbedaan dalam kemampuan kognitif, misalnya, laki-laki memiliki keterampilan kesadaran spasial lebih baik. Sedangkan perempuan memiliki daya ingat yang lebih kuat untuk benda-benda, serta kefasihan dalam lisan.

Profesor psikologi Diane Halpern dari Claremont McKenna College di California, Amerika Serikat berharap bisa memperbaiki pengetahuan tahun 1980-an, yang menyatakan bahwa otak laki-laki dan perempuan hampir identik. “Kita memang melakukan sosialisasi pada anak laki-laki dan perempuan dengan cara yang berbeda. Namun kontribusi biologi yang ada bukanlah nol,” katanya.
Beberapa perbedaan utama antara laki-laki dan perempuan yang diyakini adalah biologis dalam sifat alami. Termasuk, pria yang memiliki kemampuan kuat untuk memikirkan obyek dalam bentuk 3D yang membantu mereka menavigasi. Bahkan perbedaan ini telah terlihat dalam hasil studi yang melibatkan bayi berusia tiga bulan. Perempuan ‘lebih baik dalam mengingat letak benda-benda’ dan lebih bisa menavigasi melalui landmark dibanding sifat umum navigasi laki-laki yang berupa arah.
Ada pula pertanyaan menggelitik, “Mengapa 90% dari manajer perusahaan adalah laki-laki, dan 90% dari sekretaris yang ada di perusahaan adalah perempuan?” Ini dianggap sebagai perbedaan umum antara laki-laki dan perempuan dalam beberapa segi kemampuan yang spesifik. Justru dengan adanya berbagai perbedaan kemampuan tersebut, laki-laki dan perempuan bisa saling melengkapi, saling mengisi, saling memberi dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

Tidak ada superioritas, bahwa lelaki lebih baik dan lebih unggul dari perempuan, atau perempuan lebih baik dan lebih unggul dari lelaki. Yang terjadi adalah, lelaki dan perempuan memiliki sisi-sisi kelebihan dan keunggulan, namun pada saat yang sama memiliki sisi kelemahan dan kekurangan. Untuk itulah, dalam sebuah keluarga mereka bisa saling menguatkan sisi kekurangan, dan bisa saling berbagi pada sisi kelebihan. Itulah makna serasi, sebuah perbedaan yang menimbulkan harmonis, saling memerlukan, saling mengisi dan melengkapi antara suami dan isteri.

Saling Memahami
Yang menjadi tuntutan dalam kehidupan keluarga adalah saling memahami adanya hal yang berbeda tersebut. Suami dan isteri harus membuka ruang penerimaan, pemahaman dan toleransi yang tinggi dalam jiwa mereka, akan hadirnya realitas perbedaan umum yang tidak bisa dihindarkan. Isteri yang sangat suka ungkapan verbal, dan suami yang kurang suka ungkapan verbal. Isteri yang banyak menggunakan potensi perasaan dalam memandang suatu kejadian, sementara suami lebih banyak menggunakan potensi akal.
Jika perbedaan tersebut dipahami dan diparesiasi secara tepat, tidak akan memunculkan konflik atau pertengkaran yang tidak perlu. Pertengkaran terjadi antara suami dan isteri, karena ada banyak hal berbeda yang ada dalam diri mereka. Jika masing-masing tidak mampu memahami realitas perbedaan ini, yang terjadi adalah peruncingan konflik yang mengarah kepada disharmoni. Boleh saja sesekali waktu bertengkar dan ada konflik, namun harus segera diredam dan diatasi dengan saling pengertian dan saling memahami antara suami dan isteri.

Oleh: Cahyadi Takariawan(FM)
Fesbuk, atau jejaring sosial yang sangat terkenal seantero dunia, kini tidak hanya menjangkiti para kawula muda dan dewasa saja. Bapak-bapak, Emak-emak, ABG, anak SD, anak SMP, terasa ketinggalan zaman dan kuper tingkat tinggi jika tidak mempunyai akun fesbuk, itu kata kebanyakan dari mereka. Dari kota besar, kota kecil, perkampungan, pedesaan, gang dan lorong-lorong. Tak ketinggalan para aktivis dakwah ikhwan dan akhwat. Tidak heran jika terkadang fesbuk ini menjadi pintu maksiat terselubung. Candaan ringan bisa menjadi petaka jika tidak ada kontrol kuat antar lawan jenis.
Dunia perfesbukan juga sering dibuat gempar oleh masalah pribadi yang akhirnya terekspos secara luas. Dan tidak sedikit ikhwan dan akhwat yang tersandung kisah cinta dijagat fesbuk. Kalimat ajakan perkenalan “Hai Ukhty, kenalan yuk!!!” sering tampil menghiasi status akhwat. Ketika sang akhwat merespon, maka tidak mustahil komunikasi akan berlanjut lebih intensif, atau dalam bahasa anak muda disebut “mojok” di chat atau inbox. Serem khan kalau sudah ketagihan mojok sama lawan jenis? Meski berdalih untuk urusan dakwah, jika sering dan selalu komunikasi, bisa berdampak negatif, jatuh cinta sebelum waktunya.
Fesbuker yang imannya setengah-setengah akan mudah terperosok jika sudah menyangkut urusan cinta. Jangankan manusia biasa, orang kuat pun akan merasakan lemah jika hatinya diserang virus cinta. Jadi agar terhindar dari virus ini, harus dibuat pagar kuat untuk membatasi komunikasi dengan lawan jenis, menghindari bercanda dengan lawan jenis, menghindari mojok di chat dan inbox, mudah khan?

Ikhwan genit itu banyak lho yang beraksi di jejaring sosial, mungkin karena didunia nyata kurang PD dan pendiam, jadi memanfaatkan dunia maya untuk tebar pesona. Sangat wajar bagi kawula muda itu mengalami masa-masa ingin diperhatikan lawan jenis, interaksi dengan dunia luar, namun sebenarnya Islam yang kaffah telah mengatur secara jelas batasan-batasan interaksi dengan lawan jenis. Islam memberikan banyak konsep agar ukhuwah sesama muslim baik laki-laki maupun perempuan tetap terjaga, tanpa harus mengurangi izzah (harga diri) seorang muslim. Yuk gunakan fesbuk untuk hal-hal yang bermanfaat saja. [voa-islam.com]

By: Yulianna PS
Penulis Novel “Perjuangan Meminang Bidadari”


Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Dan manusia yang punya iman, pastinya bikin manusia lain disekitarnya ngerasa damai dan adem. Seperti para cowok sholeh, yaitu mereka yang taat banget sama Allah, pas manusia lihat atau nggak lagi ada siapapun yang melihat. Karena itulah, mereka banyak disayang, bahkan Allahpun sayang sama mereka.

Banyak kelebihan yang dimiliki oleh para cowok sholeh ini, salah satunya adalah seperti yang dibawah ini :

1. Pemimpin yang ajib.

Siapapun tahu kalau cowok, suatu hari bakal jadi pemimpin keluarga. Nah saat itulah cowok dituntut buat bisa jadi leader yang baik nan sholeh. Bayangkan aja sodara-sodara, kalau si cowok nggak punya ilmu agama yang sip, dan kepribadian yang islami, bisa dibayangin gimana jadinya nasib pengikutnya. Bisa amburadul itu keluarga! ibarat kata, dia mau nuntun orang, tapi dia sendiri buta. Gimana hayo? susah kan?.

Nah hal inilah yang dipahami secara jelas sama para cowok- cowok sholeh. Dengan iman, mereka pinter ngendalikan diri dan mengayomi orang lain, termasuk anak istri mereka kelak. Karena itulah nggak ada cerita cowok sholeh pulang sekolah trus tawuran dijalan, nyontek pas ujian, atau mojok berdua sama cewek dikantin.

Kenapa? sekali lagi karena mereka adalah pemimpin yang pinter, nggak cuma buat orang lain, tapi juga buat diri mereka sendiri. Dan sebagai pemimpin yang pinter mereka nggak mau donk susah- susah menjerumuskan diri, ke masalah- masalah yang nggak penting pastinya.

2. Kesholehan berakibat keren dan unyu'

Dengan kepribadian yang islami, cowok sholeh bakal tampil sebagai yang paling keren dan smakin unyu'. asyiknya lagi, kerennya itu nggak pake kadaluarsa. Karena kan asli dari dalem, nggak pake abal- abal. Walaupun tampilan luarnya sederhana, tapi cowok sholeh pasti punya kewibawaan tersendiri. Yang begini nih, bakal nambah nilai ke-keren-an itu bener- bener jaminan mutu.

Cowok sholeh juga bakal punya rasa malu dan takut yang besar. Malu kalo berbuat maksiat dan takut sama Allah kalo mau berbuat maksiat. Hare gene getoh, langka loh cowok bisa bener- bener bertahan dalam kesholehan, bos. Secara lah, dimana- mana rok mini bersliweran, dan aurat pada dijual seribu tiga, #kadang masih pake bonus lagi, hadeee.

Nah iman itulah yang ngebuat mereka makin tambah keren dan ngebuat orang jadi makin kepo. Beda banget kan, sama yang keren dipenampilan aja tapi nggak punya malu alias playboy yang tepe-tepe nggak jelas. Belum- belum kita aja pasti bakal illfeel sama yang begituan.

3. Pria most wanted!

Orang soleh tuh, sohib-an banget alias best friend sama Allah. Dan Allah juga kan yang ngatur kehidupan. Nah, endingnya akan selalu asyiklah hidup mereka. Ini bakal kejadian nggak cuma di dunia, tapi juga di akherat.

Next, selain di sayang sama Allah, karena sholehnya juga dia bakal disayang sama orang sekitarnya. Maka jadilah para cowok sholeh itu idaman cewek di dunia, dan juga bidadari di surga. Pertanyaannya, siapa nggak suka jadi idaman?

4. Pinter

Menjadi sholeh itu kudu butuh ilmu. Dan ilmu itu didapat dari belajar. So pasti kalau cowok udah sholeh, selanjutnya ilmu tentang agama dan dunia pasti dimilikinya.

Ilmu juga yang akan ngebuat kata- katanya adem #nyess, tingkah lakunya nenangin, dan sifatnya nyenengin banget. Akhirnya kepintaran dalam kedalaman ilmu itu membuat kehadirannya ditunggu, disyukuri, bahkan diidamkan banyak orang.

5. Visioner

Kalau orang udah punya iman, gampang buat dia ngeraih kesuksesan dimasa depan. Secara, orang yang sholeh pasti bakal paham bener kalau berbuat sia-sia itu dosa, membuang waktu itu nggak berguna, dan kehidupan itu bakal ada tanggung jawabnya.

Nggak heran, kalau mereka dengan mudah bisa fokus sama hal- hal yang penting dan ngebuat diri lebih baik, dari pada sekedar hura- hura yang nggak jelas kemana arahnya. Hasilnya, masa depan mereka lebih tertata, mereka tahu hidup itu buat apa, dan kemana arah tujuannya.

Nggak cuma itu aja. Cowok sholeh juga bakal ingat mati, jadi nggak semena- mena aja di dunia. Mereka bakal buat persiapan khusus buat menyambut kehidupan setelah mati, alias di akherat. Selagi yang laen masih sibuk ajeb- ajeb, dia malah sibuk ngebenahin diri, dan meraih pahala, biar bisa asyik- asyik di surga entar. Visioner banget kan!

Nah, dari beberapa kelebihan para cowok sholeh diatas, bisa disimpulkan kalo memutuskan menjadi sholeh bukan pilihan, tapi keharusan. Keharusan buat kamu yang bener- bener kepengen enjoy dengan hidup kamu.

Satu hal intinya, Kesholehan membuat kamu beruntung dunia akherat, dan hidup bakal enak dunia akherat. So, bener nih masih berat hati buat jadi sholeh, bro?

(NayMa/voa-islam.com)