Jadi Istri Jangan Alay - Mencintai Dengan Sederhana

Post Top Ad

Responsive Ads Here

13 Mar 2013

Jadi Istri Jangan Alay


Sebagian besar perempuan mungkin pernah merasakan kondisi yang sangat rumit, seakan bumi baru saja runtuh menimpanya. Bagaimana tidak, hari ini ia menjadi seperti orang dungu yang tidak bisa konek dengan segala hal yang dibicarakan suaminya, sampai- sampai membuat suaminya begitu kesal dan mendiamkannya. Maksud baik suami yang ingin membantunya memasak ia tanggapi dengan negatif tinking hanya karena cerita suami
“kemarin istrinya si A masak nasi goreng enaaak banget, hari ini abang mau masak nasi goreng buat kamu yang spesial”

“ aku memang ga bisa masak enak, nasi gorengpun rasanya di bawah standar” dengan muka cemberut
Alhasil suamipun kesal dengan ketidaknyambungan kita, harapannya sirna padahal ia ingin sekali membahagiakan istrinya, menjadikan setiap kata di rumah itu sesuatu yang sensitif, salah sedikit emosi berdua mencuat. Sang istri merasa hari- hari bersama suaminya hancur lebur, hatinya tak kuat menahan tangis, minta maafpun rasanya seperti percuma karena suami tetap saja mengacuhkannya.
Konflik seperti ini masih saja kerap menimpa baik pasangan yang baru menikah ataupun kepada pasangan yang sudah lama bahkan sudah memiliki anak yang sudah dewasa.

Sesekali tertawakanlah diri sendiri untuk mencairkan suasana. Kesalahan yang langsung disadari dengan penuh pengakuan dan di barengi dengan keceriaan akan mengurangi stress baik untuk kita maupun pasangan. Suami akan melihat betapa konyolnya sang istri yang jujur mengakui kesalahan. Hal seperi itu akan menimbulkan kesan bahwa istrinya seorang yang periang dan pandai.
Kalaupun memang sudah terlanjur membeku, jangan terlalu kaku kalau memang hari ini kau belum bisa meminta maaf karena gengsi atau kau sudah meminta maaf tapi suami masih acuh. Jangan lakukan adegan alay seperti curhat ke teman, ke orangtua, atau bikin status di fb dan twitter bahkan lari dari rumah dengan airmata yang mengalir. Cukup tenangkan diri, menyendiri di kamar jauh lebih baik untuk merenungi dan mancari jalan keluar atas petunjuk Allah.
Jauh lebih baik lagi jika kau kejutkan suami dengan secangkir teh atau kopi dengan cinta dan senyuman, semuanya pasti hilang berganti kebahagiaan. Yakin deh(undergroundtauhid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here