Tak Hanya Gaza, Bumi Islam Lain pun Sedang Terluka - Mencintai Dengan Sederhana

Post Top Ad

Responsive Ads Here

10 Mar 2013

Tak Hanya Gaza, Bumi Islam Lain pun Sedang Terluka

Palestina adalah negeri terjajah yang semua orang telah mengetahuinya. Sekali diusik Gaza palestina oleh bangsa Israel, akan membuat ratusan juta manusia di belahan bumi manapun berteriak mengecam kejahatan Israel atas Palestina. Bukan hanya itu, ummat manusia juga berlomba berdonasi menyumbangkan sebagian rezekinya untuk Gaza. Namun sekarang saya ajak anda ke negeri lainnya yang juga mengalami penderitaan tetapi ‘miskin’ kepedulian, dehidrasi perhatian. Negeri apa saja itu? Silahkan disimak.

Banyak manusia tak menjalankan tugasnya sebagai manusia. Ibarat seonggok daging yang berjalan tanpa ruh. Anda boleh protes statement tersebut. Tapi sebelum anda protes, bacalah paparan fakta berikut ini.
Dalam sebuah acara Silaturrahim Media dan Lembaga Islam di Menara 165 Cilandak Jaksel yang diprakarsai oleh Lembaga Kemanusiaan yakni Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dipaparkan beberapa fakta yang akan membuat kita tersadar, bahwa selama ini kita sebagai manusia seolah hidup seorang diri di dunia ini. Padahal sebagai manusia yang benar-benar manusia ia harus memiliki kepekaan terhadap manusia lainnya. Bukan menutup mata dan telinga dengan apa yang terjadi dihadapannya. “Manusia itu harus memanusiakan manusia lainnya, salah satunya adalah dengan membantu mereka yang menjadi korban bencana” begitu Ahyudin Presiden ACT menegaskan.
Ahyudin mengatakan, ada 1,2 juta jiwa yang harus meregang nyawa di bumi Somalia karena kelaparan. Somalia yang penduduknya 100% muslim itu harus mengalami derita panjang yang mengerikan. Selain mengalami kelaparan, iklim di bumi Somalia juga panas kerontang. Membuat derita kian nestapa. Dan pemudanya bermetamorfosa dari petani menjadi bajak laut. Somalia seperti negeri tanpa harapan lagi.
Dody Cleveland Direktur Global Humanity Respons Aksi Cepat Tanggap yang saat ini masih berada dalam camp pengungsi Suriah pun mengungkap fakta yang mengejutkan.
Hampir 100.000 jiwa tewas dalam peperangan di Suriah. Angka yang sangat fantastis. Berapa jumlah pengungsi Suriah? Dody Cleveland mengatakan tak kurang dari 5.000.000 warga Suriah yang mengungsi karena peperangan. 4juta pengungsi berada dalam negeri yang terus dibisingkan dengan deru peluru dan mesiu. Dimana 1juta pengungsi lainnya? Mereka keluar Suriah mengungsi ke negara Jordania, Turki, Libanon dan Afrika Utara.
“saya merinding saat masuk ke camp camp pengungsi di Jordania. Camp camp itu bagai lautan, banyak sekali” ungkap Dr. Fakhrurozi seorang relawan medis ACT yang ikut terbang menangani korban perang Suriah. Sehari ia menangani pasien 100-200 orang di Poliklinik Jordania.

Metti seorang suster yang juga jadi relawan kemanusiaan mengungkap kisahnya, “Mengenaskan dan mengharukan, banyak korban luka-luka patah tulang, ibu kehilangan anak-anak nya” Metti adalah satu-satunya suster perempuan yang berhasil masuk Suriah. Ia menyampaikan bahwa para pengungsi Suriah sangat terharu atas bantuan dari masyarakat Indonesia, mereka menangis mendapat perhatian dari negeri merah putih. “terima kasih Indonesia, sampaikan salam kami untuk warga Indonesia”Sekecil itu bantuan kita, namun begitu besar bagi mereka.

“Di negeri ini ada 7-8 juta jiwa pernah hidup didalamnya. Namun kini hanya tinggal 800.000 jiwa yang tersisa.” Ungkap Andika, salah satu tim ACT yang ditugaskan mengirim bantuan untuk para korban di Rohingya Myanmar. Di Sitteway ada sekitar 20 desa muslim yang hidup disana. Namun kini hanya tinggal 1 desa yang masih bertahan. Kata dia. Kemana 19 desa lainnya? Mereka telah di bumi hanguskan, rumah mereka di bakar, semua masjid hancur rata dengan tanah. Sebagian tewas, sebagian lagi terusir dari rumahnya sendiri, mereka terombang ambing ditengah lautan dengan perahu seadanya. Mereka pun dikenal dengan manusia perahu. Tak ada makanan ditengah laut yang bisa disantap, minum pun terpaksa meneguk air laut yang tak menghilangkan haus. Sebagian pengungsi yang pergi dari negerinya, harus meregang nyawa di tengah laut lepas. Jenazahnya terpaksa dibuang ke dalam laut. Mengenaskan! Bahkan 150 jiwa diantara mereka kini terdampar di Aceh Utara.
Seorang relawan kemanusiaan berasal dari Bangladesh bernama Zheba menuju Jakarta. Ia tergerak menjadi relawan ACT untuk membantu korban banjir Jakarta. Ia terkejut saat tiba di negeri ini. “saya heran, kok bisa banyak warga negeri ini makan-makan di restoran, shopping di mall-mall sementara banyak yang sedang menderita kelaparan. Saya perhatikan banyak makanan sisa dibuang begitu saja di negeri ini, padahal bagi para korban kemanusiaan makanan itu sangat berarti. Anda harus tahu, karena butuhnya mereka para korban kejahatan kemanusiaan akan makanan, sampai-sampai mereka memakan tikus.” Astaghfirullah...
Sebuah fakta yang sangat memilukan. Bagaimana mungkin kita bisa tidur nyenyak sementara saudara kita di Suriah harus berselimutkan iklim dingin 4 derajat celsius? Bahkan jika musim panas, panasnya hingga 45 derajat celsius. Anak-anak tak berdosa menjadi korban. Begitu juga para wanitanya.
Bagaimana mungkin tak terusik rasa kemanusiaan kita, saat Somalia terus menerus dihantui kematian karena derita kelaparan yang terus berlangsung?
Bagaimana mungkin pula tak menangis mata kita, tak tercabik hati kita, saat tahu Rohingya dihanguskan dan terusir dari negerinya? Mereka tak lagi punya rumah. Sebagian mereka ada yang terus terapung ditengah lautan karena kembali ke negerinya pasti kematian mereka dapatkan. Sebagian mereka yang lain kini hidup dalam camp camp pengungsian layaknya kandang ternak.

Saya menangis, tersentuh dan tercabik hati saya saat menyaksikan video yang ditayangkan serta mendengar langsung paparan para Relawan Kemanusiaan itu menjalankan misinya membantu pengungsi korban kejahatan kemanusiaan. Saya menangisi diri sendiri..betapa tidak bersyukurnya saya sebagai hamba-Nya, sudah mendapat banyak nikmat, sering mengenyangkan perut sesuka hati, sementara dibelahan bumi lainnya ada saudara seaqidah terus menangis setiap harinya..karena ketakutan, kelaparan, serta menghadapi iklim ekstrem mematikan.
Abdullah bin Umar r.a. berkata : Rasulullah saw. Bersabda : Seorang muslim saudara terhadap sesama muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari qiyamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang muslim maka Allah akan menutupinya di hari qiyamat. (Bukhari, muslim).
“Siapa yang tidak peduli dengan urusan ummatku, ia bukan dari golonganku”
Ahyudin Presiden ACT mengatakan, “lupakan dulu ideologi suriah atau lainnya, faktanya jutaan manusia telah menjadi korban atas bencana yang terjadi. Apapun motif bencana itu terjadi, semua mengakibatkan satu kondisi yang sama, yakni jutaan masyarakat telah menjadi korban karenanya”
Itulah fakta yang sedang terjadi. Mereka bertuhankan ALLAH sama seperti kita. Mereka melafazkan Laa ilaaha illallah, sama seperti kita. Mereka berkitabkan Al-qur’an, bernabikan Muhammad SAW sama seperti kita. Mereka manusia sama seperti kita. Maka kepedulian yang nyata adalah bentuk memanusiakan diri kita sendiri. Jika tak ada lagi rasa peduli, pantaskah kita disebut manusia?
Setetes rezeki yang anda kirim untuk mereka, bagai telaga yang menyegarkan dan menghidupkan.

DONASI KEMANUSIAAN
a.n. Aksi Cepat Tanggap
BSM # 004 011 9999
Muamalat # 304 0022 915
BCA # 676 030 3133
BNI # 014 076 5481
Mandiri # 101 000 4802 482
Permata Syariah # 0971 001 224


Oleh: Abu Rafah(islamedia)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here