Select Menu

Puisi

Kisah Inspiratif

Jodoh

Artikel Doa

Cinta Karena Allah

Dunia Muslimah

Seputar Remaja

Dunia Putri

Tanya Jawab

» » Akankah Aku Cemburu Dengan Bidadari?


Mas Owi Selasa, April 02, 2013 0

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Perasaan cemburu merupakan bagian dari tabiat manusia. Tidak hanya terjadi pada wanita, namun juga terjadi pada lelaki. Sebagai janji Allah bagi penduduk surga, Allah akan memberikan beberapa istri kepadanya di surga. Tentu anda bisa membayangkan, bagaimana dengan perasaan wanita. Betapa sedihnya ketika sang suami tercinta, yang saat ini mendampingi hidupnya tanpa ada pesaing lainnya, suatu saat nanti akan diperebutkan dengan oleh banyak wanita.

Namun satu catatan yang perlu anda pahami, perasaan di atas adalah bayangan kita yang belum pernah mengintip indahnya surga. Dan tentu saja, yang namanya bayangan, belum pasti benarnya. Lebih-lebih, bayangan untuk sebuah suasana baru, yang sama sekali belum pernah terbesit dalam perasaan manusia. Surga nan penuh kenikmatan.

Bayangan Tentang Surga, Pasti Meleset

Sehebat apapun bayangan anda tentang surga, realita yang ada di surga pasti akan berbeda dengan apa yang anda bayangkan. Anda yang saat ini mungkin sempat membayangkan, betapa sedih dan cemburunya anda, ketika suami diperebutkan oleh bidadari indah nan jelita, yang semuanya menjadi pesaing anda. Namun pastikan, bahwa bayangan anda ini tidak akan sesuai dengan relita di surga. Karena bayangan apapun tentang surga, belum mewakili apa yang sejatinya terjadi di surga.

Hal ini telah ditegaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadis Qudsi, bahwa Allah ta’ala berfirman,

  • أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَر
  • A'dadtu Li'ibadi Al-Sho'oalihiyna Ma Laa Aaynun Roat, Walaa Udzunun Sami'at, Walaa Khatharo Aala Qalbi Basyarin
“Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholeh, surga yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah ada telinga yang mendengarkannya, dan belum pernah terbesit dalam hati manusia.”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah di surat As-Sajdah ayat 17,
  • فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
  • Fala Ta'lamu Nafsun Ma Ukhfiya Lahum Min Quro'oti A'yunin Jazaaan Bima Kanua Ya'maluna
“Tidak ada jiwa yang mengetahui surga yang Aku rahasiakan untuk mereka, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan.” (HR. Bukhari 3244, Muslim 2824, Turmudzi 3197, dan yang lainnya).
Untuk itu, anda tidak perlu khawatir bawaan perasaan semacam ini hanya ada di dunia dan akan pupus setelah kita meninggalkan negeri fana ini. Bayangan kesedihan, cemburu, permusuhan, yang muncul di jiwa manusia, tidak akan berulang ketika mereka masuk surga.

Mereka Telah Dibersihkan Sebelum Masuk Surga

Diantara nikmat Allah yang diberikan kepada penduduk surga, Allah bersihkan mereka dari setiap kotoran hati ketika di dunia. Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
  • يَخْلُصُ المُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ، فَيُحْبَسُونَ عَلَى قَنْطَرَةٍ بَيْنَ الجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَيُقَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ مَظَالِمُ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا، حَتَّى إِذَا هُذِّبُوا وَنُقُّوا أُذِنَ لَهُمْ فِي دُخُولِ الجَنَّةِ
  • Yakhlushu Al-Muu'minuna Mina Al-Na'aari, Fayuhbasuna Aala Qantharotin Bayna Al-Jana'ati Walna'aari, Fayuqashu'u Liba'dlihim Min Ba'dlin Madhalimu Kanat Baynahum Fi Al-Du'unya, Hata'a Iidza Hudzi'ibua Wanuqu'uwa Udzina Lahum Fi Dukhuli Al-Jana'ati
“Orang-orang mukmin akan dibebaskan dari neraka, kemudian mereka berhenti dikumpulkan di qantharah, tempat antara surga dan neraka. Kemudian ditegakkanlah qishash diantara mereka akibat kezaliman yang terjadi di antara mereka di dunia. Setelah dibersihkan dan disucikan, barulah mereka diizinkan masuk surga…” (HR. Ahmad 11095 dan Bukhari 6535).
Setelah dibersihkan, mereka masuk surga dengan hati tanpa beban, hati yang bersih. Sirna sudah segala penyakit benci, dengki, hasad, sedih, bingung, yang dulu mereka alami di dunia. Dinukil dari Ibn Abbas dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum, bahwa mereka menjelaskan,
Bahwa penduduk surga ketika hendak masuk surga, mereka minum mata air, kemudian Allah hilangkan segala penyakit kebencian dalam hati mereka.Kemudian mereka minum mata air yang lain, lalu kulit mereka bercahaya dan wajahnya bersinar cerah. (At-Tadzkirah, Qurthubi, hlm. 499)
Tidak Ada Permusuhan dan Cemburu

Meskipun suami anda memliki 70 bidadari, anda tidak akan diliputi rasa sedih dan cemburu. Semua itu telah Allah hilangkan. Yang anda alami dan dialami oleh semua penduduk surga, mereka akan merasa menjadi makhluk paling bahagia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
  • وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ، يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الحُسْنِ، لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ، قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ، يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا
  • Walikuli'i Wahidin Minhum Zaujatani, Yuro Mukhu'u Suqihima Min Waroaai Al-La'ahmi Mina Al-Husni, Laa Akhtilaafa Baynahum Walaa Tabaghudla, Qulubuhum Qalbun Wahidun, Yusabi'ihuna Al-La'aha Bukrotan Wa'asyiyan'na
“…masing-masing mereka memiliki dua istri. Sumsum tulang betisnya kelihatan dibalik daging, karena saking indahnya. Tidak ada perselisihan dan permusuhan diantara mereka. Mereka sehati, senantiasa bertasbih mensucikan Allah, pagi dan sore.” (HR. Bukhari 3245, Muslim 2843, dan yang lainnya).
Ini semua sebagaimana yang Allah tegaskan melalui ayat-Nya,
  • وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
  • Wanaza'na Ma Fi Shudurihim Min Ghilin'n Iikhwanana Aala Sururin Mutaqabiliyna
”Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr: 47).
Allahu a’lam

Sumber:Muslimah.Or.Id
Penulis: Ustadz Ammi Nur Baits

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply