Cinta Fitrah Sama Cinta Fitnah - Mencintai Dengan Sederhana

Post Top Ad

Responsive Ads Here

1 Jun 2013

Cinta Fitrah Sama Cinta Fitnah

Fitrah dapat diartikan sebagai sifat alami pada setiap makhluk-Nya, yang inginkan kebaikan dan menghindari segala kemudaratan ketika dilahirkan di dunia. Fitrah mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari diri sendiri, kepada masyarakat, kepada makhluk yang lain sampai kepada hubungan manusia kepada Tuhan.

Fitrah bagaikan sehelai kain putih. Kelahirannya dalam keadaan suci dan bersih. Fitrah manusia yang paling bersih ketika dia pertama kali dilahirkan, sementara fitrah manusia yang paling suci ketika dia mengenal hubungannya dengan Tuhan.

Ini sejalan dengan kehendak Allah, sesuai keberadaan sunnahtullah dan syariatullah. Perangkuman fitrah menuruti jalan kebenaran dan kemuliaan tuhan. Sebagaimana istilah cinta itu diciptakan.

Kehendak cinta antara manusia sehingga cinta kepada Allah, adalah hal yang ada sebagian dari fitrah manusia. Manusia meraih kalimat cinta untuk melindungi, memelihara, melengkapi dan menyayangi sebagai kebutuhan untuk melanjutkan kelangsungan dalam kehidupan.
Namun, keberadaan cinta atas landasan fitrah hilang ketika ia datang karena nafsu dan rakus menjadi setan. Ketika nafsu dan setan merajai segala tindakan manusia, tidak ada lagi pengertian fitrah dalam perbuatannya. Ketika kesesatan itu terjadi, manusia menjadi antara makhluk yang memiliki sifat tercela dan mengundang kemurkaan Azza wa Jalla.

Pengembalian cinta kepada fitrah adalah salah satu jalan kebenaran. Kini, makin banyak manusia hilang pedoman dan menjauhi dari fitrah makhluk ciptaan Tuhan. Kesesatan yang semakin jauh dalam menilai arti cinta, semakin lama semakin dekat dengan bala Allah kepada para makhluk-Nya yang berakal, tetapi kufur dan durhaka kepada-Nya.

Kepada para mukminin, carilah arti fitrah cinta yang teragung, cinta Allah swt Ia tidak berujung, ia selalu dipelihara dan dilindungi oleh-Nya. Ungkapkanlah kalimat cinta yang teragung hingga ke akhir hayat ini, agar mencapai keindahan cinta yang abadi.

 Cinta Allah itu adalah sumber untuk mencintai segala dan semua. Iman kepada Allah dan kasih-sayang sesama manusia sangat erat keterkaitannya.
Banyak pasangan suami istri yang terlibat dengan pernikahan yang tidak diawali dengan cinta, berhasil juga membangun kebahagiaan rumah tangga karena kekakuan keduanya mencintai agama. Ini karena pernikahan itu sendiri telah memulai cinta suci mereka.(pc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here