Select Menu

Puisi

Kisah Inspiratif

Jodoh

Artikel Doa

Cinta Karena Allah

Dunia Muslimah

Seputar Remaja

Dunia Putri

Tanya Jawab

» » » » Mengenali Calon Pasangan Hidup Tanpa Bercinta


Mas Owi Sabtu, Juli 20, 2013 0



Dalam Islam tidak dikenal istillah percintaan.

Namun Islam menyediakan sebuah proses perkenalan menuju pernikahan yaitu mengenali calon pasangan hidup, melalui proses yang sering disebut taaruf.

Taaruf biasanya didahulukan dengan Nadhir, yaitu melihat calon suami atau istri yang akan dikenalkan.

Bila dalam proses melihat Nadhir ini jika ada ketertarikan maka akan dilanjutkan dengan perkenalan atau taaruf, yaitu berbincang-bincang menyamakan persepsi dan menambahkan latar belakang tentang calon pasangan.

Pertanyaannya, dapatkah cinta muncul dalam taaruf yang begitu singkat ini?

Hanya memandang sudah mampu membuat seseorang jatuh cinta? Apa yang harus diungkapkan kepada calon pasangan ketika taaruf? Untuk mengenali calon pasangan hidup dengan lebih mendalam

1. Mengenali Calon Pasangan: Kondisi Keluarga
"Pilihlah calon suami / istri yang baik demi keturunanmu, sebab pengaruh keturunan itu sangat kuat" (HR Abu Daud)
Jelaskanlah kepada calon pasangan tentang anggota keluarga masing-masing. Misalnya tentang berapa jumlah saudara kandung kita, anak ke berapa, bagaimana tingkat pendidikan, pekerjaan dan lain-lain.

Hal ini untuk melengkapi informasi mengenai calon pasangan kita. Dari informasi ini kita dapat mengetahui siapakan calon - calon pasangan kita ini. Bagaimana latarbelakang keluarganya dan hal - hal lain yang penting untuk kta tahu,

2. Mengenali Calon Pasangan: Harapan Dan Prinsip Hidup

Warna kehidupan kelak ditentukan dengan visi dan misi suatu keluarga. Terutama si suami karena dia adalah qowwam dalam suatu keluarga. Sebagai pemimpin dia laksana nakhoda sebuah bahtera.

Karena itu setiap calon pasangan harus mengetahui harapan dan prinsip hidup masing - masing. Pertanyaan tidak harus diiringi dengan kata - kata sedemikian rupa seperti, "Jika kau menjadi istriku nanti, harapan saya semoga kita semakin dekat kepada Allah", atau, "Jika kau menjadi istriku nanti, mari bersama mewujudkan keluarga sakinah, rahmah dan mawaddah. "

Kita bisa menggunakan bahasa yang lebih verbal, seperti, "Apa yang kamu rencanakan bila sudah menikah nanti". Bahasa ini lebih sopan dan tidak menunjukkan harapan sebelumnya. Segalanya masih banyak kemungkinan.

3. Mengenali Calon Pasangan: Kesukaan Dan Hal Yang Tidak Disukai

Dari awal sebaiknya dijelaskan apa yang disukai, atau apa yang kurang disukai. Sehingga nanti pada saat telah menjalani kehidupan berumahtangga dapat saling memahami, karena telah dijelaskan dari awalnya.

Dalam pelayaran bahtera rumah tangga harus saling mengerti. Contoh paling mudah, istri yang suka masakan pedas, sesekali masakannya janganlah terlalu pedas, karena suaminya kurang suka.

Suami yang memang tidak suka berkemas karena lama menjadi lajang, setelah menikah mungkin bisa belajar lebih rapi. Semua ini menjadi mudah dilakukan karena telah dijelaskan dalam taaruf.

Namun harus diingat bahwa pernikahan itu tidak untuk merubah pasangan. Namun itu juga bukan untuk terus bersikap seolah - olah belum menikah.

Perubahan sikap dan kepribadian dalam tingkat tertentu adalah sangat wajar. Juga hendaknya perubahan yang terjadi adalah natural, dan tidak saling memaksa.

4. Mengenali Calon Pasangan: Ketakwaan Calon Pasangan

Apa yang terpenting saat taaruf?

Yang selalu menempati prioritas tertinggi adalah bagaimana nilai ketakwaan pria / wanita tersebut.

Ketakwaan disini adalah ketaatan kepada Allah. Karena ketika seorang pria itu senang, dia akan menghormati istrinya, dan jika dia tidak menyenanginya, ia tidak akan berbuat zalim kepadanya.

Tapi bagaimana caranya menilai lelaki itu bertakwa atau tidak?

Tanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya, misalnya sahabat, saudara atau sahabatnya tentang ketaatannya menjalankan ketentuan yang telah menjadi rukun Iman dan Islam dengan jujur.
Contoh ketaatan misalnya tentang sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, atau pula bagaimana sikapnya kepada tetangga atau orang yang lebih tua, dan lain - lain.
Apalagi bila pria itu juga rajin melakukan ibadah sunat, tampaknya tidak perlu ditawar-tawar lagi untuk dipilih menjadi pasangan hidup.(akuislam)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply